google-site-verification: google21951ce8c6799507.html
PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Korban Terakhir Ketinting vs LCT di Sungai Belayan Terseret 27 Km

Home Berita Korban Terakhir Ketinting ...

Setelah empat hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban terakhir kecelakaan perahu ketinting yang tertabrak kapal LCT di Sungai Belayan, Kutai Kartanegara. Korban ditemukan dengan jarak sekitar 27 kilometer dari lokasi kejadian awal.


Korban Terakhir Ketinting vs LCT di Sungai Belayan Terseret 27 Km
Tim SAR dibantu warga setempat akhirnya menemukan korban terakhir insiden LCT vs ketinting di Sungai Belayan, Kutai Kartanegara. Foto: antara

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir kecelakaan perahu ketinting yang tertabrak kapal Landing Craft Tank (LCT) di Sungai Belayan, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Komandan SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Nur Ngalim, mengatakan korban atas nama Arani (58) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi pencarian, Jumat. “Korban terakhir berhasil ditemukan dengan jarak kurang lebih 27 kilometer dari titik awal kejadian,” ujar Ngalim di Kembang Janggut.

Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka di Desa Long Beleh Modang. Dalam peristiwa tersebut, perahu ketinting yang ditumpangi dua orang dilaporkan tertabrak kapal LCT. Satu penumpang atas nama Ilan (21) berhasil selamat, sementara Arani sempat dinyatakan hilang atau tenggelam sejak kejadian.

Operasi SAR sebelumnya dilakukan dengan menyisir area sejauh sekitar 10 kilometer ke arah hilir sungai. Namun hingga Kamis sore, pencarian belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Jumat pagi dengan perluasan area pencarian.

“Pencarian dilanjutkan mulai pukul 07.00 Wita hari ini dengan memperluas area sesuai rencana operasi,” katanya.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, TNI, Polri, BPBD Kutai Kartanegara, Damkarmatan Kota Bangun, aparatur Kecamatan Kembang Janggut, Pramuka Peduli, ERT PT Bayan Resources Tbk, relawan gabungan, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Sejumlah peralatan digunakan dalam operasi pencarian, di antaranya perahu karet, boat Basarnas, speed boat Satpolairud, rescue boat BPBD, rubber boat Damkarmatan dan ERT PT Bayan, perahu ketinting milik warga, serta peralatan SAR air, komunikasi, dan medis.

Ngalim mengakui tim SAR menghadapi sejumlah kendala selama proses pencarian. Terutama, terkait derasnya arus Sungai Belayan dan kondisi lingkungan yang masih dihuni satwa liar seperti buaya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :

Komentar Facebook

komentar