Kabupaten Berau mulai memoles Labuan Cermin, destinasi ikonik di Biduk-Biduk, dengan pendekatan ekowisata. Targetnya menarik lebih banyak wisatawan tanpa mengorbankan daya dukung alam yang selama ini menjadi kekuatan utama danau berair bening tersebut.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Kabupaten Berau menyiapkan penataan kawasan wisata Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk secara bertahap dengan mengedepankan konsep ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat daya tarik destinasi unggulan tersebut sekaligus menjaga kelestarian alamnya.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan penataan Labuan Cermin difokuskan pada kenyamanan pengunjung tanpa mengubah karakter alami kawasan. Pemerintah daerah memilih pendekatan ekowisata sebagai fondasi pengembangan.
“Penataan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan konsep ramah lingkungan. Kami ingin Labuan Cermin tetap nyaman dikunjungi tanpa kehilangan nilai alamnya,” kata Sri Juniarsih di Tanjung Redeb, dikutip Jumat (16/1).
Labuan Cermin selama ini menjadi salah satu magnet utama pariwisata Berau. Pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 saja, destinasi ini mencatat 7.166 kunjungan wisatawan. Sepanjang 2025, total kunjungan ke seluruh destinasi wisata Berau mencapai 782.266 orang, mayoritas wisatawan nusantara.
Menurut Sri Juniarsih, angka tersebut menunjukkan potensi besar Labuan Cermin untuk dikembangkan lebih lanjut. Tantangannya, kata dia, adalah memastikan peningkatan kunjungan tidak berbanding lurus dengan tekanan terhadap lingkungan.
Dalam rencana penataan ke depan, Pemkab Berau akan membuka jalur trekking yang tertata agar wisatawan dapat menikmati lanskap alam di sekitar danau secara aman dan terkontrol. Selain itu, konsep glamping juga disiapkan bagi wisatawan yang ingin menginap dengan pengalaman dekat alam, namun tetap mengutamakan kenyamanan dan privasi.
“Kami ingin memberi pilihan. Ada yang datang hanya menikmati danau, ada yang ingin menjelajah alam sekitar, ada juga yang ingin menginap dengan konsep alami tapi tetap tertata,” ujarnya, dikutip dari antara.
Tak hanya itu, penataan transportasi wisata juga menjadi perhatian. Kapal-kapal wisata yang beroperasi menuju Labuan Cermin akan diseragamkan agar tampil lebih aman, profesional, dan memberi rasa percaya bagi pengunjung.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Berau menjadikan Labuan Cermin bukan sekadar destinasi populer, tetapi contoh pengelolaan wisata alam yang berkelanjutan.


