Pasang laut hingga hampir tiga meter diprediksi menghantam pesisir Kaltim pada akhir November, mengancam tambak warga dan memicu potensi rob di sejumlah kawasan.
EKSPOSKALTIM, Balikapapan - BMKG mengingatkan potensi pasang laut tinggi di sejumlah pesisir Kalimantan Timur pada 22–23 November 2025. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas warga hingga memicu banjir rob.
"Pasang laut setinggi ini dapat menyebabkan berbagai dampak, seperti terjadinya banjir rob, tambak terendam, dan sejumlah dampak lain," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Diyan Novrida, di Balikpapan, Jumat (21/11).
Balikpapan menjadi salah satu kawasan dengan potensi paling tinggi. Pasang diperkirakan mencapai 2,9 meter pada 22 November pukul 19.00 Wita. Surut terendah sekitar 0,2 meter terjadi di hari yang sama pada pukul 13.00 Wita.
Setidaknya lima wilayah terdampak pasang-surut di perairan Balikpapan, yakni Samboja, Samboja Barat, Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser. Banyak tambak aktif berada di kawasan ini, sehingga pasang besar dikhawatirkan merusak budi daya udang, ikan, atau kepiting.
"Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas sosial di kawasan pesisir, bahkan bisa jadi air laut masuk ke pemukiman warga yang dekat pantai atau banjir rob, termasuk bisa membahayakan bagi anak-anak yang bermain di pantai, sehingga perlu pengawasan orang tua," katanya.
Peringatan serupa juga disampaikan untuk kawasan lain. Di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), pasang tertinggi diperkirakan 2,8 meter pada 22 November pukul 19.00 Wita dengan surut terendah 0,4 meter di hari yang sama.
Di muara Sungai Berau, pasang 2,8 meter diperkirakan terjadi 22 November pukul 21.00 Wita dan surut terendah 0,3 meter pada pukul 03.00 Wita. Sementara di Teluk Sangkulirang, Kutai Timur, pasang 2,6 meter diprediksi pada 23 November pukul 19.00 Wita, dengan surut terendah 0,3 meter pada 22 November pukul 12.00 Wita.


