EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan program bantuan pendidikan Gratispol tetap berjalan pada 2026. Keputusan ini diambil meski fiskal daerah sedang menurun akibat Dana Transfer ke Daerah (TKD) dipangkas sekitar Rp7 triliun.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut pemerintah daerah justru menaikkan anggaran Gratispol dari Rp200 miliar pada 2025 menjadi Rp1,4 triliun pada 2026. Lonjakan ini membuat cakupan penerima bantuan melebar dari 32.853 mahasiswa menjadi 130.000 hingga 140.000 mahasiswa untuk semester 1 sampai 8.
"Gratispol tidak boleh hilang. Tahun 2026, kami pastikan tetap berjalan," kata Seno Aji, Jumat (21/11), dikutip dari ANTARA.
Ia menambahkan APBD Kaltim bakal turun dari Rp21 triliun menjadi sekitar Rp14 triliun, namun pemerintah daerah sudah mengamankan alokasi Rp1,4 sampai Rp2 triliun untuk menjaga program prioritas tetap hidup, termasuk Gratispol.
Seno menegaskan bantuan UKT gratis diberikan merata kepada seluruh mahasiswa asal Kaltim, tanpa melihat latar belakang ekonomi. Menjelang tutup tahun anggaran, ia meminta seluruh perguruan tinggi mempercepat administrasi pencairan.
"Pada November-Desember 2025, semua harus selesai. Jangan sampai anggaran kembali ke kas negara," ucapnya.


