Samarinda, EKSPOSKALTIM – Gelar kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto tampaknya jadi “berkah” instan bagi Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Dua hari setelah menerima Bintang Mahaputera di Istana Negara, harta crazy rich Kalimantan Selatan ini melesat Rp 4,28 triliun, nyaris menyentuh Rp 20 triliun.
Lonjakan itu dipicu reli saham-saham perusahaan yang terafiliasi dengan dirinya. Emiten tambang dan perkebunan miliknya terbang di bursa, membuat nilai kekayaan keluarga Isam kian mencolok.
Nama yang dulu hanya besar di Batulicin, kini bergema di level nasional. Ia sudah duduk semeja dengan konglomerat papan atas seperti Anthony Salim, Prajogo Pangestu, James Riady, Aguan, hingga Hilmi Panigoro. Bahkan, Prabowo sempat membawanya bertemu Bill Gates dalam lawatan ke Indonesia.
Meski baru disebut “orang kaya baru”, kiprahnya bukan isapan jempol. Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang dikendalikannya lewat PT Eshan Agro Sentosa meroket 330% sepanjang 2025 hingga ke level Rp 1.335 per saham. Kapitalisasi pasar JARR kini Rp 12,32 triliun, membuat porsi kekayaan Isam di emiten ini sendirian mencapai Rp 9,73 triliun.
Tak berhenti di situ, ia juga menjadi pengendali PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) lewat PT Dua Samudera Perkasa. Sejak awal tahun, saham TEBE melambung 112% dengan kapitalisasi Rp 1,7 triliun. Isam menguasai Rp 1,31 triliun dari sana.
Keluarganya ikut panen cuan. Dua anaknya, Liana Saputri dan Jhony Saputra, menguasai saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Dalam setahun terakhir saham PGUN melesat 367% hingga kapitalisasi tembus Rp 11,36 triliun. Kekayaan anak-anak Isam dari PGUN diperkirakan Rp 8,71 triliun.
Total, harta keluarga Isam di tiga emiten publik itu sudah Rp 19,74 triliun atau di atas US$1 miliar. Angka ini belum termasuk portofolio bisnis non-publik yang membentang dari tambang batubara, perkebunan, penerbangan (Jhonlin Air Transport), pelayaran (Jhonlin Marine), biodiesel (Jhonlin Agromandiri), hingga pabrik gula di Sulawesi Tenggara yang diresmikan Presiden Joko Widodo.
Perjalanan bisnisnya sendiri dimulai awal 2000-an saat belajar tambang pada Johan Maulana, lalu menjadi kontraktor di PT Arutmin Indonesia, anak usaha Bumi Resources milik keluarga Bakrie. Dari sanalah sayap Jhonlin Group terbentang, menjadikan Isam bukan lagi sekadar pengusaha lokal Batulicin, melainkan pemain besar yang kini disorot Jakarta.

