Serangan terjadi saat Andrie pulang mengendarai sepeda motor usai merekam podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus mengalami luka bakar serius setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) sekitar 23.37 WIB.
Serangan terjadi ketika Andrie mengendarai sepeda motor setelah meninggalkan kantor YLBHI, tempat ia sebelumnya mengikuti perekaman podcast bertema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI.”
Bersandar keterangan KontraS, dua pelaku mendekati korban dengan sepeda motor yang melawan arah. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban.
Cairan tersebut mengenai mata, wajah, dada, serta kedua tangan Andrie.
Korban yang kesakitan sempat berteriak meminta pertolongan hingga menjatuhkan motornya. Warga dan pengendara yang melintas kemudian membantu korban.
Andrie kemudian menuju tempat tinggalnya sebelum akhirnya dibawa oleh rekan-rekannya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan darurat.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh.
Saat ini Andrie masih menjalani penanganan medis oleh tim dokter dari berbagai spesialisasi, termasuk dokter mata. Ia dijadwalkan menjalani tindakan operasi pada mata untuk mengganti jaringan membran yang rusak akibat cairan tersebut.
Pelaku Dua Orang
KontraS menyebut pelaku berjumlah dua orang laki-laki yang datang menggunakan satu sepeda motor.
Pengendara motor disebut mengenakan kaus putih-biru, celana gelap, dan helm hitam, sementara penumpang belakang memakai penutup wajah hitam, kaus biru tua, serta celana panjang yang digulung.
Setelah melakukan penyiraman, pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya.
Tidak ada barang milik korban yang dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut.
Terekam Sejumlah CCTV
KontraS menyebut terdapat sejumlah kamera pengawas di sekitar lokasi yang diduga merekam kejadian, di antaranya di area BPK Penabur, Pusdiklat Tekfunghan Kementerian Pertahanan, serta persimpangan Jalan Talang.
Rekaman CCTV tersebut diharapkan dapat membantu aparat kepolisian mengungkap identitas pelaku.
Adapun, KontraS menilai serangan tersebut patut diduga berkaitan dengan aktivitas Andrie sebagai pembela hak asasi manusia.
Sebelum kejadian, pada hari yang sama Andrie diketahui menghadiri pertemuan di kantor CELIOS di Menteng untuk membahas tindak lanjut laporan investigasi terkait aksi demonstrasi Agustus 2025.
Korban juga sebelumnya disebut beberapa kali mengalami teror dan intimidasi, terutama setelah terlibat dalam aksi penolakan revisi Undang-Undang TNI pada Maret 2025.
"Kami mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas pelaku dan motif serangan, mengingat penyiraman air keras dapat menimbulkan luka berat bahkan berakibat fatal."
Aktivis antikorupsi sekaligus mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap mengecam keras penyerangan ini. Ia pun teringat apa yang menimpa mantan penyidik KPK, Novel Baswedan.
"Pelaku harus segera ditangkap agar tuduhan tidak melebar ke mana-mana. Termasuk motifnya, saya pikir ini bukan sekadar peristiwa penyerangan biasa, dan pelaku sudah mengincar korban," ujar Yudi dihubungi media ini.



