Penajam, EKSPOSKALTIM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintai kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah Kabupaten Penajam mulai bergerak memantau titik panas sebagai langkah mitigasi menjelang puncak musim kemarau.
"Kami punya satgas yang rutin memantau titik-titik panas sebagai langkah mitigasi karhutla," kata Kepala BPBD Penajam Paser Utara, Muhammad Sukadi Kuncoro, Senin (16/6).
Meskipun karhutla di wilayah ini tergolong jarang dalam beberapa tahun terakhir, potensi bahaya tetap tinggi. Terutama di lahan gambut yang mudah terbakar karena banyak mengandung biomassa kering di bagian bawah permukaan.
Luas lahan gambut di Penajam mencapai sekitar 1.400 hektare. Sebagian besar berada di Kecamatan Penajam, meliputi Kelurahan Petung (700 hektare), Nenang (400 hektare), dan Desa Giripurwa (200 hektare). Sisanya tersebar di Kelurahan Saloloang serta Kecamatan Waru dan Babulu.
Sepanjang 2023–2024, tercatat 90 kasus karhutla dengan total area terdampak mencapai 208,35 hektare. Menghadapi ancaman itu, BPBD menyiagakan personel dan peralatan pemadam 24 jam penuh. Terutama di kawasan rawan gambut. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
BMKG memperkirakan musim kemarau di Kaltim berlangsung dari akhir Juni hingga Agustus 2025. Kondisi panas dan kering membuat semak belukar mudah terbakar dan api cepat meluas.

