google-site-verification: google21951ce8c6799507.html
PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dari Babi Ngepet hingga Aksi Saling Cakar Emak-Emak Berujung Maut

Home Berita Dari Babi Ngepet Hingga A ...

Dari Babi Ngepet hingga Aksi Saling Cakar Emak-Emak Berujung Maut
Dua Ibu Rumah Tangga (IRT) di Jalan Pramuka, Kelurahan Sompu, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan bertengkar dengan cara saling cakar hingga salah satu diantaranya meninggal dunia. Liputan6.com/Fauzan Sulaiman

EKSPOSKALTIM.COM - Dua ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Pramuka, Kelurahan Sompu, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan terlibat pertengkaran. 

Diduga akibat saling cakar itu, seorang ibu rumah tangga (IRT) harus mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

Perkelahian berawal dari salah satu IRT membanting pintu rumahnya hingga keras. Hal ini membuat tetangganya tersinggung.

Baca juga: Floating Resto Badak LNG, Sensasi Makan Terapung di Perairan Bontang

Bentrokan fisik pun tak bisa dihindari. Wajah korban penuh dengan luka cakaran. Sementara itu, keluarganya beranggapan, meninggalnya korban akibat saling cakar dua ibu rumah tangga itu. 

Kedua IRT itu adalah Nurmiati Daeng Kenna dan dan Mariam Daeng Kanang. Pertengkaran keduanya berawal dipicu persoalan sepele, yaitu tindakan Mariam membanting pintu rumahnya dengan keras yang membuat Nurmiati tersinggung.

Keduanya sempat adu mulut hingga akhirnya bertengkar secara fisik. Nurmiati menderita luka cakar di wajah dan lehernya akibat pertengkaran itu.

Selang beberapa jam, Nurmiati tiba-tiba mengalami sesak napas dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, untuk menjalani perawatan dan visum.

Sehari setelah menjalani perawatan Nurmiati mengembuskan napas terakhirnya.

"Kejadiannya waktu hari Selasa (3 Oktober 2017), pelaku (Mariam) membanting pintu rumahnya dengan keras sehingga korban (Nurmiati) tersinggung, sempat cekcok dulu hingga akhirnya keduanya bertengkar secara fisik," kata Kanit Resmob Polres Takalar, Bripka Syamsuddin saat dikonfirmasi, Kamis, (5/10/2017).

Syamsuddin menjelaskan bahwa pertengkaran kedua ibu ibu ini sempat dilerai oleh anggota keluarga masing-masing. Namun, Nurmiati menderita luka cakar di wajah dan lehernya akibat pertengkaran itu.

"Waktu berkelahi keduanya sempat dilerai keluarga masing-masing. Dari hasil visum, korban menderita luka cakar di wajah dan lehernya," jelas dia.

Selang beberapa jam setelah pertengkaran itu, Nurmiati tiba-tiba mengalami sesak napas dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle untuk menjalani perawatan dan visum. Nahas, sehari setelah menjalani perawatan Nurmiati menghembuskan napas terakhirnya.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit, namun pada Rabu (4/10/2017) korban meninggal dunia karena sesak napasnya," ucap Syamsuddin.

Syamsuddin mengungkapkan bahwa anggota keluarga Nurmiati sempat mendatangi kediaman Mariam karena mengetahui anggota keluarganya itu meninggal.

Mereka menganggap penyebab meninggalnya Nurmiati akibat aksi saling cakar itu. Beruntung, aparat kepolisian berhasil menghalangi mereka.

"Banyak anggota keluarga korban datang ke rumah pelaku, mereka marah dan merusak rumah pelaku," ungkap dia.

Sementara, Mariam hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. Dia melarikan diri dari rumahnya. Aparat kepolisian masih berusaha mencari keberadaan Mariam.

"Pelaku masih dicari, dia kabur. Sementara rumah tempat perkelahian saat ini sudah diberi garis polisi," kata Syamsuddin.

Berita lain yang mendominasi pekan ini, seperti yang dihimpun oleh Liputan6.com, yakni kemunculan babi yang diduga jadi-jadian atau babi ngepet.  

Warga Jalan Cendana, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dihebohkan penemuan hewan itu, pada Rabu, 4 Oktober 2017 siang, sekitar pukul 13.30 Wita.

Ambo Tang, warga yang pertama kali menemukan hewan yang diduga babi ngepet tersebut mengungkapkan bahwa awalnya ia mengira hewan itu adalah kucing.

"Saya tangkap, baru saya ikat pakai tali, baru saya bawa ke rumah. Warga heboh katanya babi ngepet," kata Ambo Tang.

Andi Wira, warga lainnya, bahkan mengungkapkan babi tersebut tadinya berukuran besar lalu kemudian mengecil hingga seukuran kucing dewasa. "Bahaya ini, tadinya (ukurannya) besar, kenapa tiba-tiba jadi kecil?" kata Andi Wira.

Pantauan Liputan6.com, foto dan video penemuan hewan yang diduga babi ngepet itu juga heboh di Facebook. Beberapa pengunggah percaya bahwa babi itu adalah babi ngepet, tetapi ada juga yang menganggap babi itu adalah babi sungguhan.

Akun Facebook, Pandry Fantastic, mengunggah tiga buah foto penemuan babi berukuran kecil tersebut. Dalam unggahannya, ia menjelaskan saat penemuan babi itu, ada uang Rp 50 ribu di kaki babi tersebut.

"Lagi viral. seekor babi ditangkap oleh warga di kota Bulukumba. warna coklat belang atau kerap disapa dalam bahasa daerah Bulukumba "Bahi Ballang" diyakini bahwa Babi ini adalah babi ngepet. menurut pengakuan, katanya didapat juga selembar uang 50rb di kaki si Babi.

Al kisah, saat ditangkap warga babi itu besar, namun lama kelamaan babi itu mengecil.warga pun menjadi penasaran berat bagaimana wujud asli babi tersebut jika benar itu babi ngepet. #Bulukumba," tulis akun Facebook, Pandry Fantastic dan mengunggah tiga buah foto.

Sementara akun Anha Kosmetik Bulukumba yang juga mengunggah foto kehebohan penemuan hewan yang diduga babi ngepet itu mengatakan bahwa babi itu adalah babi sungguhan.

"Lagi hot soal babi "ngepet" Padahal memang itu babi beneran. Bukanx sok tau,tapi emang beneran tau. Kasihan makhluk hidupx difitnah begitu. Silahkan dipelajari lebih rinci," tulisnya saat mengunggah foto di akun Facebook miliknya.


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :

Komentar Facebook

komentar