EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Menyusul ditemukannya kasus campak di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menekankan bahwa pencegahan melalui edukasi dan vaksinasi menjadi langkah utama selain penanganan medis.
“Yang paling penting sekarang adalah edukasi kepada masyarakat. Kalau ketemu anak kecil juga jangan langsung cium-cium atau pegang-pegang,” ujar Agus Haris.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat, terutama di lingkungan keluarga.
Agus Haris meminta para orang tua, khususnya ibu rumah tangga, untuk lebih memperhatikan kesehatan anggota keluarga.
“Kalau ada bayi di rumah, sebaiknya jangan terlalu banyak bersentuhan dengan orang lain pas lebaran. Keluarga juga perlu diingatkan agar tidak mencium-cium bayi,” tegasnya.
Selain menjaga jarak, Wakil Wali Kota menekankan perlunya vaksinasi campak untuk bayi dan anak-anak sebagai upaya perlindungan utama.
“Kita terus edukasi warga kalau vaksin campak ini sangat berguna, dan pasti halal,” kata Agus Haris.
Pemkot Bontang juga mendorong sosialisasi vaksinasi melalui sekolah, lingkungan RT, dan berbagai jalur informasi agar masyarakat lebih proaktif.
Untuk memastikan penanganan cepat, Pemkot Bontang terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
Agus Haris meminta warga segera melaporkan apabila menemukan bayi atau anak-anak yang terinfeksi campak agar langkah medis dapat diambil tanpa penundaan.
Langkah ini sekaligus menjadi imbauan agar masyarakat tetap berhati-hati saat melakukan silaturahmi Lebaran, mengingat risiko penularan penyakit menular yang meningkat di musim libur panjang.

