google-site-verification: google21951ce8c6799507.html
PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Saat Listrik Menyala 24 Jam di Ujung Mahakam Ulu

Home Berita Saat Listrik Menyala 24 J ...

Desa Batoq Kelo di pedalaman Mahakam Ulu akhirnya mulai terlepas dari gelap. PLTS Terpusat membuat listrik menyala 24 jam, mengakhiri ketergantungan warga pada genset dan lampu seadanya.


Saat Listrik Menyala 24 Jam di Ujung Mahakam Ulu
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto (dua dari kiri) saat meninjau lokasi PLTS Terpusat di Kampung Batoq Kelo, Mahakam Ulu. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Desa Batoq Kelo, Mahakam Ulu, yang selama bertahun-tahun bergantung pada genset dan lampu seadanya, kini menikmati listrik tanpa henti. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat menjadi penanda hadirnya kemandirian energi di wilayah paling terpencil Kalimantan Timur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pengoperasian PLTS Terpusat di Desa Batoq Kelo berjalan andal dan berkelanjutan. Infrastruktur energi terbarukan itu disiapkan untuk menjawab keterbatasan listrik yang selama ini membayangi kehidupan warga di pedalaman Mahakam Ulu.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Bambang Arwanto mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi teknis langsung ke lokasi guna memastikan seluruh sistem pembangkit berfungsi optimal.

“Kami meninjau langsung ke lapangan untuk memastikan sistem pembangkit benar-benar mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat desa secara berkelanjutan,” kata Bambang di Samarinda, Kamis (8/1), dikutip dari antara.

PLTS Terpusat tersebut dibangun dengan kapasitas terpasang 60,8 kWp dan didukung inverter 50 kW. Untuk menjaga pasokan listrik tetap menyala selama 24 jam, sistem ini dilengkapi baterai penyimpanan berkapasitas 576 kWh.

Menurut Bambang, desain sistem dilakukan secara presisi. Produksi energi harian rata-rata mencapai 243 kWh, jauh melampaui kebutuhan listrik warga yang tercatat sekitar 85 kWh per hari.

“Artinya, kapasitasnya surplus dan sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, listrik dari PLTS telah melayani 107 sambungan, mencakup rumah warga dan fasilitas umum desa. Selain itu, keberadaan pembangkit surya ini juga menopang keamanan lingkungan melalui pengoperasian 45 unit penerangan jalan umum yang menerangi akses kampung saat malam hari.

Tetua Kampung Batoq Kelo, Antonius Legiu, menyebut kehadiran PLTS membawa perubahan nyata dalam kehidupan warga. Ia mengenang masa ketika penerangan hanya mengandalkan genset dan lampu tempel dengan keterbatasan bahan bakar.

“Dulu sebagian pakai generator, sebagian lagi hanya lampu tembok. Sekarang listrik sudah menyala dari PLTS Terpusat,” ujar Antonius.

Ia berharap keberadaan listrik yang stabil menjadi pintu masuk bagi pemenuhan kebutuhan dasar lainnya yang masih terbatas di desa tersebut.

Warga Batoq Kelo kini menantikan langkah lanjutan pemerintah, terutama untuk penyediaan akses air bersih, fasilitas kesehatan, dan sarana pendidikan yang lebih layak. Bagi mereka, listrik bukan sekadar cahaya, melainkan awal dari perubahan kualitas hidup di wilayah terluar Kalimantan Timur.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :

Komentar Facebook

komentar