EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Puncak musim hujan diperkirakan terjadi sepanjang Januari di Kalimantan Timur. BMKG mengingatkan warga mewaspadai risiko banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat hujan lebat yang berpotensi disertai angin kencang.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan menyebut seluruh wilayah Kalimantan Timur masih berada dalam fase aktif musim hujan, dengan intensitas curah hujan tinggi diperkirakan memuncak bulan ini.
“Berdasarkan analisis dan pemantauan data curah hujan, wilayah Kaltim masih berada dalam musim hujan. Bahkan pada Januari ini diprediksi menjadi puncak musim hujan,” ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, di Balikpapan, Jumat (9/1).
Kondisi topografi Kalimantan Timur turut memengaruhi dinamika cuaca. Wilayah pesisir timur seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara memiliki karakter berbeda dengan wilayah dataran tinggi di barat seperti Kabupaten Mahakam Ulu. Perbedaan ini berdampak pada variasi suhu dan pola hujan.
Selain itu, aliran Sungai Mahakam juga berpengaruh terhadap sistem cuaca regional. Karena itu, BMKG mengingatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang, kilat, dan petir yang muncul secara tiba-tiba.
Untuk wilayah perairan, BMKG juga meminta nelayan dan pihak terkait mewaspadai angin kencang yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang.
Sepanjang Januari, kata Carolina, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Mahakam Ulu, Kota Bontang, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Paser, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara. Ancaman banjir, tanah longsor, serta dampak lain akibat hujan lebat masih tinggi.
BMKG mengapresiasi sejumlah daerah yang telah memasang rambu peringatan rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang, seperti di Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana.
“Dinamika cuaca bisa berubah sangat cepat. Masyarakat kami imbau rutin memantau informasi cuaca, terutama dini hingga pagi hari di wilayah pesisir dan sore hingga malam hari di wilayah darat, khususnya saat siang terasa sangat terik karena itu sering menjadi pemicu hujan,” ujar Carolina.


