google-site-verification: google21951ce8c6799507.html
PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pembelajaran Jarak Jauh Berjalan, Saparuddin: Sudah Tidak Ada Kendala

Home Berita Pembelajaran Jarak Jauh B ...

Pembelajaran Jarak Jauh Berjalan, Saparuddin: Sudah Tidak Ada Kendala
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparudin (EKSPOSKaltim/Rae)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang- Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang bekerjasama dengan Televisi (TV) Lokal, sejak dilaunching pada 5 Agustus 2020 lalu, sejauh ini sudah tidak ada hambatan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin saat ditemui di ruangannya, Gedung Graha Taman Praja , Bontang Lestari, Jumat (14/8/2020).

"Dari awal memang ada kendala. Guru-gurunya tidak berani tampil, tapi sekarang sudah berjalan lancar. Alhamdilillah sudah tidak ada kendala sejauh ini," tuturnya.

Baca Juga: Positif Covid-19 di Bontang Bertambah Lagi, Kali Ini Pedagang Pasar Malam

Dijelaskan, pengambilan gambar untuk PJJ yang biasanya dilakukan di Publik Khatulistiwa Televisi, saat ini dipindahkan ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

“Pengambilan gambarnya di SKB,” jelasnya.

Sementara, Pembelajaran tatap muka untuk saat ini belum dapat dilakukan, mengingat kasus Covid-19 di Bontang kian bertambah. Jadi  PJJ akan masih terus berlanjut. "Belum bisa kita tentukan. Kita mengerti keluhan orang tua, karena tidak ada pembelajaran tatap muka. Begitupun guru-gurunya," ucapnya.

Kata dia, proses belajar mengajar melalui PJJ  memang berat dibandingkan tatap muka. Sebab untuk membuat materi tidaklah gampang.  Akan tetapi, berdasarkan relaksasi kurikulum sudah ada pengurangan materi. Jadi yang diajarkan hanya esensial saja untuk yang berkelanjutan.

Lihat Juga: VIDEO: 14 Relawan Asal Bontang dan Samarinda Distribusikan Langsung Bantuan Kemanusian ke Masamba

"Kemudian relaksasi guru. Tadinya wajib harus 24 jam sekarang bebas, karena sudah tidak bisa dibatasi. Soalnya kan mereka juga kadang mengajar sampai malam," jelasnya.

Pihak Disdikbud pun selalu turun memonitoring ke sekolah-sekolah untuk memberi semangat para guru yang tetap berada di lapangan meski Covid-19.

"Intinya, kita berusaha bagaimana pendidikan tetap berjalan. Salah satunya melakukan kerja sama dengan TVuntuk Pembelajaran Jarak Jauh," tutupnya. (adv)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :

Komentar Facebook

komentar