EKSPOSKALTIM, Bontang – Sakit kepala selalu dialami oleh beberapa orang saat berpusa, karena mereka mesti menghilangkan kebiasaan yang sering dilakukan di siang hari, seperti merokok, minum kopi, bahkan rutinitas pekerjaan yang menuntut banyak tenaga hingga menahan rasa kantuk.
Kepala Seksi (Kasi) Medis Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB), dr Intan Perminasari, mengatakan sakit kepala ini akan diperparah jika dibarengi tekanan darah rendah, bahkan dapat menyebabkan rasa mual sebelum waktu berbuka.
“ Keluhan sakit kepala ini sering kita alami, biasanya terjadi karena penurunan tekanan darah serta penurunan gula darah. Tetapi sifatnya hanya sementara,” kata Intan di RSBI, Jalan Brigadir Jendral Katamso, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Jum’at (10/6/16).
Untuk mencegah dan mengurangi rasa sakit kepala, ia menganjurkan berhenti mengkonsumsi kopi dan merokok selama puasa, serta mengatur kembali jadwal tidur selama bulan ramadhan untuk menghindari ngantuk disiang hari.
“Hal inikan terjadi, karena pada saat kita berpuasa, gula darah dalam tubuh kita berada pada posisi yang rendah dari biasanya. Hal ini menimbulkan keluhan di tubuh kita, tetapi sifatnya hanya sementara. Saat nanti sudah berbuka dan berbuka dengan cara yang benar, maka keluhan – keluhan seperti sakit kepala, penurunan gula darah itu akan teratasi kembali,” terangnya
Lanjut Intan, saat berpuasa tubuh menghasilkan banyak insulin dan membuat glukosa darah menurun,hingga membuat tubuh lemas. “Untuk mencegah hal tersebut, kurangi makanan yang manis-manis saat sahur. Bagi penderita diabetes (kencing manis. red), dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk ikut menjalankan ibadah puasa,” tandasnya.

