Berawal dari rasa khawatir melihat isu kejahatan jalanan berseliweran di media sosial, enam pemuda di Balikpapan membentuk Pos Pengaduan 24434 dan membuka layanan pengawalan gratis bagi pengendara motor yang pulang malam.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Sekelompok pemuda di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mendirikan komunitas swadaya bernama "Pos Pengaduan 24434" untuk memberikan layanan pengawalan gratis bagi pengendara motor pada larut malam. Gerakan ini diinisiasi guna mengantisipasi maraknya isu begal dan kejahatan jalanan yang meresahkan warga.
Komunitas yang digerakkan oleh enam pemuda, Rayhan, Kholis, Rizal, Imario, Erfan, dan Rizki, ini memfokuskan pengawalan kepada pengendara yang terpaksa pulang sendirian, terutama kaum perempuan dan pekerja paruh waktu.
"Kami bergerak atas dasar kepedulian. Ini adalah aksi dari konsep masyarakat membantu masyarakat, sekaligus upaya kami mendukung tugas kepolisian," kata salah satu motor penggerak kelompok, Rayhan.
Metode Pengawalan dan Jangkauan Rute
Masyarakat yang membutuhkan pengawalan biasanya mengajukan permintaan bantuan melalui pesan langsung (Direct Message) di akun Instagram resmi komunitas, @swagyboy24434.
Dalam melancarkan aksinya, komunitas yang berbasis di Taman 3 Generasi ini mengadopsi struktur tim pengawal profesional demi menjaga keselamatan di jalan raya. Garda depan bertugas memimpin rute perjalanan dan membuka jalur aman.
Garda belakang atau sweeper, bertugas memantau situasi buritan dan memastikan tidak ada kendaraan mencurigakan yang membuntuti, dan tim dokumentasi yang punya tugas merekam dan menyiarkan langsung (live streaming) pergerakan sebagai jaminan transparansi.
Jangkauan rute pengawalan kelompok pemuda ini tercatat cukup luas. Rayhan mengungkapkan timnya pernah menempuh jarak hingga 28 kilometer saat menjemput warga dari Jalan MT Haryono menuju kawasan Teritip, Balikpapan Timur.
Gencarkan Patroli Mandiri dan Sisir Hoaks
Selain melayani rute berdasarkan pesanan warga, komunitas Pos Pengaduan 24434 juga rutin menggelar patroli mandiri ke zona-zona sepi yang dinilai rawan oleh warganet, termasuk kawasan Gunung Bugis.
Kendati demikian, Rayhan mengimbau masyarakat kota Balikpapan agar tetap selektif dalam menyerap informasi di media sosial. Menurutnya, ketakutan berlebih belakangan ini kerap dipicu oleh penyebaran berita palsu (hoaks) terkait isu keamanan jalanan.
"Intinya, jangan langsung menelan mentah-mentah kabar di media sosial. Kami pernah langsung menyisir kawasan KM 8 setelah mendapat laporan miring dari netizen, dan setelah dicek di lapangan, kondisinya aman atau hoaks," tuntas dia.



