Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Samarinda diperketat dengan menutup celah manipulasi data kependudukan, di tengah peringatan adanya sanksi tegas bagi pelaku kecurangan dari ASN hingga kepala sekolah.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyatakan akan memperketat pengawasan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menyusul kekhawatiran masih adanya upaya manipulasi data kependudukan hingga permainan jalur belakang demi masuk ke sekolah tertentu.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Ibnu Araby, menegaskan tidak ada lagi ruang toleransi terhadap praktik curang dalam proses penerimaan siswa tahun ini.
Pernyataan itu disampaikan menyusul arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun yang sebelumnya mengingatkan bahwa pejabat, ASN, hingga kepala sekolah yang terbukti bermain dalam SPMB dapat berujung pada sanksi berat hingga pemecatan.
Ibnu mengatakan salah satu titik rawan yang kini menjadi perhatian serius adalah perpindahan domisili mendadak menjelang pelaksanaan SPMB, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kartu keluarga (KK).
“Kami akan melaksanakan sesuai dengan ketentuan, dengan aturan. Soal arahan dari Pak Wali terkait dengan perpindahan penduduk jelang SPMB itu nanti perlu ketelitian. Mencari celah istilahnya terkait dengan kartu keluarga itu. Ini perlu ketelitian dan kehati-hatian terutama kawan-kawan di Disdukcapil,” tegasnya Senin (25/5/2026).
Menurutnya, potensi manipulasi administrasi kependudukan harus diantisipasi sejak awal agar sistem zonasi dan kuota penerimaan berjalan objektif serta adil bagi seluruh calon siswa.
Karena itu, Disdikbud Samarinda bersama instansi terkait akan memberikan pembekalan khusus kepada operator sekolah dan petugas teknis yang menangani sistem pendaftaran.
“Setelah ini ada pelatihan khusus, khusus intensif kepada seluruh operator. Untuk pembekalan terhadap operator,” ujarnya.
Di sisi lain, Disdikbud memastikan persiapan aplikasi SPMB terus dimatangkan sebelum resmi digunakan masyarakat. Saat ini, sistem masih dalam tahap pemeliharaan dan uji coba untuk memastikan seluruh fitur berjalan optimal.
“Mudah-mudahan kita berharap sebelum berakhir bulan Mei ini sudah clear semua,” katanya.
Untuk mengantisipasi pelanggaran, Pemkot Samarinda juga membentuk Satgas SPMB yang bertugas menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat. Tidak hanya di tingkat kota, satgas juga akan dibentuk di masing-masing sekolah.
“Nanti seperti apa bentuk pelanggarannya, itu nanti kita tentukan,” ujarnya.
Selain pengawasan, Disdikbud juga fokus memastikan akses pendaftaran daring tidak menyulitkan masyarakat. Menurut Ibnu, aplikasi SPMB ditargetkan sudah dapat diakses penuh paling lambat awal Juni 2026.
“Kemarin kan banyak orang tua komentar kenapa aplikasi tidak bisa dibuka, ya karena masih maintenance, masih diuji coba. Tapi sudah disosialisasikan di seluruh kecamatan,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar aktif memantau jadwal pendaftaran karena kesalahan paling umum yang terjadi setiap tahun justru berasal dari kelalaian orang tua membaca jadwal tahapan.
Ibnu mencontohkan banyak orang tua baru menyadari jadwal penutupan pendaftaran ketika sistem sudah ditutup.
“Pendaftaran tanggal 2 Juni, terakhir sampai tanggal 4 Juni, tanggal 5 baru tahu. Atau malam tutup, rupanya tutup jam 6 sore, jam 5 baru tahu kan sudah close,” katanya.
Karena itu, Pemkot turut melibatkan lurah dan camat dalam sosialisasi agar informasi SPMB menjangkau seluruh masyarakat hingga tingkat bawah.
Tak hanya itu, sekolah juga diminta membuka layanan helpdesk untuk membantu orang tua yang mengalami kesulitan akses internet atau kendala teknis saat pendaftaran, khususnya di wilayah pinggiran Kota Samarinda.
Layanan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat di kawasan seperti Bukuan, Batu Besaung, Sungai Siring, dan Bantuas yang dinilai masih memiliki keterbatasan akses jaringan.
Ia memastikan operator sekolah sebenarnya telah mendapatkan pelatihan, namun pendalaman kembali akan dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.
“Tidak semua orang tua mampu membuka link itu seperti apa. Jadi operator ini membantu orang tua yang kesulitan,” pungkasnya.



