Kekhawatiran lumpuhnya pasokan air bersih akibat intrusi air laut di Samarinda pada akhir Agustus tidak terjadi.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Prediksi puncak intrusi air laut yang diperkirakan bakal melumpuhkan sistem pengolahan air bersih di Kota Samarinda akhir Agustus ini rupanya meleset dari perkiraan awal.
Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda mengonfirmasi bahwa dari seluruh infrastruktur yang ada, hanya satu Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terpaksa dihentikan operasionalnya, sementara pasokan air baku untuk mayoritas wilayah Kota Samarinda dipastikan tetap aman terkendali.
Assistant Manager Laboratorium Induk Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Ghandi Dewantaru, memaparkan kondisi mutakhir terkait dampak intrusi air laut yang melanda fasilitas pengolahan air minum daerah per Senin (31/8).
"Hanya ada satu instalasi pengolahan air yang di-setop produksinya karena proses intrusi air laut, yaitu di IPA Bantuas. Selebihnya, produksi di IPA-IPA lain semuanya berjalan normal," tegas Ghandi.
Berdasarkan hasil pemantauan kadar garam (salinitas), titik pengolahan terluar seperti IPA Bukuan dan IPA Pulau Atas mencatatkan tingkat klorida di bawah 20 parts per million (PPM). Angka tersebut jauh di bawah ambang batas maksimum kualitas air minum yang diperbolehkan, yakni 250 PPM.
Ghandi menjelaskan bahwa masa kritis yang sebelumnya diproyeksikan terjadi pada 29–30 Agustus 2026 berhasil dilalui tanpa dampak krisis air sistemik. Berdasarkan kalkulasi pasang surut air laut dan pergerakan arus masuk dari muara menuju Sungai Mahakam, stabilitas produksi diperkirakan bertahan setidaknya hingga Kamis (3/9/2026) mendatang.
"Ternyata alhamdulillah aman dan dampaknya hanya sampai di IPA Bantuas. Selebihnya kita bisa produksi dengan lancar," ujarnya.
Untuk mengantisipasi perubahan dinamika air baku yang terpengaruh fenomena konda (kondisi arus air tenang saat peralihan pasang-surut), tim laboratorium memperketat frekuensi pengujian kualitas air di lapangan secara real-time.
"Kita uji secara rutin per satu jam sekali, dan ter-update bisa sampai 15 menit sekali tergantung dari perubahan kondisi air laut,” sebutnya.
Prediksi pihaknya kondisi dalam minggu ini masih terbilang aman. Ia berharap hujan dapat turun dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan ada hujan di daerah hulu yang bisa membantu menekan arus air laut," tambah Ghandi.
Untuk mengoptimalkan koordinasi kebencanaan dan pelayanan informasi publik, Perumdam Tirta Kencana resmi memindahkan pusat penanganan krisis. Posko penanganan intrusi air laut yang semula berada di Klot Teluk Lerong kini dipusatkan di Laboratorium Induk Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda.
“Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pemantauan kualitas air diimbau untuk mengakses saluran resmi di lokasi posko baru,” pungkasnya.



