Meski cuaca di Samarinda diperkirakan berawan hingga berawan tebal, BMKG masih mencatat potensi asap dan kabut di wilayah Kalimantan, termasuk Banjarmasin yang menjadi salah satu pusat aktivitas dan mobilitas warga Kaltim-Kalsel.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Kota Samarinda pada Senin (31/8) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.
Prakirawan BMKG, Ina, menyebut Samarinda termasuk dalam kelompok kota besar yang tidak diprediksi mengalami hujan sepanjang hari.
“Sementara kota yang diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, yakni Banda Aceh, Pangkalpinang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Samarinda,” ujarnya dalam siaran prakiraan cuaca yang dipantau dari Jakarta, Senin.
Meski demikian, BMKG masih mengingatkan adanya gangguan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan.
Palangkaraya dan Banjarmasin diprakirakan berpotensi mengalami asap atau kabut, sementara Pontianak berpeluang diselimuti udara kabur.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan selama musim kemarau tahun ini.
Secara nasional, BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar, antara lain Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, dan Tanjung Selor.
Sementara untuk kawasan Indonesia timur, hujan ringan diprediksi mengguyur Mamuju, Ambon, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya.
BMKG juga mencatat potensi hujan disertai petir di Merauke serta udara kabur di Palu. Adapun Mataram diprakirakan mengalami fenomena asap atau kabut.
Menurut BMKG, salah satu faktor yang memengaruhi cuaca saat ini adalah terbentuknya daerah perlambatan angin atau konvergensi di sejumlah wilayah Indonesia.
Daerah konvergensi tersebut terpantau berada di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Papua, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah yang dilalui jalur konvergensi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan atau berada di wilayah yang masih terdampak asap dan kabut.


