PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Gempa Kembali Guncang Kalimantan Dini Hari

Home Berita Gempa Kembali Guncang Kal ...

Gempa tektonik bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah Pulau Kalimantan. Dipastikan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Adang. 


Gempa Kembali Guncang Kalimantan Dini Hari
Ilustrasi - Gempa bumi yang tercatat oleh seismometer. Foto: Antara

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik mengguncang wilayah Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat (13/3/2026) pukul 03.04.04 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter pembaruan dengan magnitudo M5,0. Episenter gempa berada pada koordinat 0,04° lintang selatan dan 111,91° bujur timur, tepatnya di daratan wilayah Kayan Hilir, Sintang, dengan kedalaman 10 kilometer.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Adang.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Adang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3). 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike slip).

Berdasarkan laporan intensitas guncangan, gempa dirasakan di Sintang dan Sanggau dengan skala III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas.

Sementara itu, getaran juga dirasakan di Katingan dan Melawi pada skala II MMI, yaitu dirasakan oleh beberapa orang dengan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan juga menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 03.35 WIB, hasil pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

Selain itu, masyarakat diminta hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun akun media sosial resmi lembaga tersebut.

Bukan yang Pertama 

Gempa di Sintang ini kembali menyoroti aktivitas seismik yang belakangan terpantau di wilayah Kalimantan.

Sebelumnya, gempa tektonik bermagnitudo 3,8 juga mengguncang wilayah Bulungan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (7/3/2026) pukul 07.51 WIB. Gempa tersebut berpusat di daratan sekitar 65 kilometer timur Bulungan dengan kedalaman 4 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid menjelaskan gempa itu tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Guncangan saat itu dirasakan di Bulungan dengan intensitas III MMI, sementara di Tarakan berada pada II MMI. Hingga pemantauan pukul 08.30 WIB, BMKG tidak mencatat adanya gempa susulan maupun laporan kerusakan.

Selain itu, aktivitas gempa juga tercatat sebelumnya di wilayah Kalimantan Timur.

Pada 28 Februari 2026, gempa bermagnitudo 2,9 terjadi sekitar 80 kilometer timur laut Kutai Timur dengan kedalaman 4 kilometer.

Sehari sebelumnya, 27 Februari 2026, gempa bermagnitudo 4,4 mengguncang wilayah laut sekitar 173 kilometer tenggara Berau pada kedalaman 10 kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Mangkalihat.

Berdasarkan pengukuran intensitas, guncangan saat itu dirasakan di Maratua dengan skala III MMI, sementara di Karangan berada pada II MMI. Kedua peristiwa tersebut tidak menimbulkan kerusakan.

BMKG juga mencatat beberapa aktivitas gempa kecil lainnya di Kalimantan Timur dalam beberapa bulan terakhir, termasuk gempa bermagnitudo 2,6 pada 29 Desember 2025 dan 2,8 pada 4 Januari 2026 yang sama-sama tergolong gempa dangkal.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :