EKSPOSKALTIM, Samarinda - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 2,9 terjadi pada Sabtu (28/2/2026) pukul 10.10 WIB.
Berdasarkan data awal BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,23 lintang utara dan 117,65 bujur timur, sekitar 80 kilometer timur laut Kutai Timur, dengan kedalaman 4 kilometer.
BMKG menyatakan informasi ini masih bersifat sementara karena mengutamakan kecepatan, sehingga data dapat berubah seiring kelengkapan pengolahan.
Sehari sebelumnya, gempa juga terjadi pada Jumat (27/2/2026) pukul 13.06 WIB di wilayah laut, sekitar 173 kilometer timur Berau, dengan kedalaman 10 kilometer.
#Gempa Mag:4.4, 27-Feb-2026 13:06:06WIB, Lok:1.47LU, 118.81BT (173 km Tenggara BERAU-KALTIM), Kedlmn:10 Km #BMKG
— BMKG (@infoBMKG) February 27, 2026
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data pic.twitter.com/QxtSOyOC0L
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Mangkalihat,” ujarnya.
Berdasarkan pengukuran percepatan tanah, guncangan dirasakan di Maratua dengan intensitas III MMI atau getaran terasa nyata di dalam rumah. Sementara di Karangan, gempa dirasakan pada skala II MMI.
Hingga laporan terakhir, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan dan belum ada laporan kerusakan.
Rangkaian gempa ini menambah catatan aktivitas seismik di Kalimantan Timur dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, gempa bermagnitudo 2,6 terjadi pada 29 Desember 2025, disusul gempa magnitudo 2,8 pada 4 Januari 2026. Kedua gempa tersebut juga tergolong dangkal dan tidak menimbulkan dampak signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.


