EKSPOSKALTIM, Bontang – Sudah menjadi tradisi setiap menjelang hari raya Idul Fitri, penjualan makanan khas Kalimantan Timur (Kaltim) yang terbuat dari ikan tenggiri ini, Amplang, mengalami peningkatkan seiring dengan meningkatnya arus mudik.
Salah satu penjual amplang di Kota Bontang, Sofyan (41), mengaku bahwa ia mampu menjual amplang setiap hari sebanyak 100 hingga 150 bungkus di moment jelang lebaran Idul Fitri. Hasilnya, ia pun mampu meraup keuntungan yang melimpah dari penjualan amplang tersebut.
“Dua minggu menjelang hari lebaran ini, permintaan dari pelanggan pun meningkat hingga 20 persen dibandingkan dari hari-hari biasanya. Tiap harinya, saya dapat menjual 100 hingga 150 bungkus dari berbagai macam bungkusan,” kata Sofyan saat ditemui ditoko Amplangnya, Gunung Sari, Tanjung Laut, Bontang Selatan, Sabtu (2/7/2016).
Dari peningkatan penjualan amplang ini, Sofyan mampu menghasilkan Rp.3 juta hingga Rp.3,5 juta setiap harinya. Menurutnya, peningkatan ini terjadi karena banyak pemudik yang menjadikan makanan ini sebagai oleh-oleh.
“Sekarang ini banyak orang mudik, pulang kampung menjelang hari raya. Apalagi kan amplang makanan khas Kalimantan, jadi banyak yang jadiin makanan ini sebagai oleh-oleh untuk keluarga,” paparnya.
Disisi lain kata dia, di tokonya ini tak hanya menyediakan amplang saja sebagai jajanan khas pulau borneo. Namun, ia juga menyediakan beraneka macam makanan khas Kalimantan lainnya, yang diproduksi langsung oleh masyarakat Kota Bontang.
“Banyak macamnya makanan khas Kalimantan itu, seperti kripik rumput laut, terasi dan lain-lain. Makanan itu pun di produksi oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL), yang umumnya tinggal di pesisir (Bontang Kuala. red),”cetusnya.

