Melihat lebih dekat kapal SAR baru milik Pemerintah Kota Samarinda, armada ini dirancang khusus untuk menghadapi karakter Sungai Mahakam yang berarus deras dan padat aktivitas.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda menambah armada penyelamatan dengan menghadirkan kapal khusus pencarian dan pertolongan (SAR) berbahan aluminium berstandar heavy-duty.
Kapal ini diproyeksikan menjadi tulang punggung operasi evakuasi di Sungai Mahakam yang dikenal memiliki arus deras dan lalu lintas padat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menegaskan kapal tersebut sejak awal memang dirancang untuk kebutuhan penyelamatan.
“Kapal ini bukan speedboat penumpang. Sejak awal, kapal ini dirancang untuk kebutuhan penyelamatan dan dilengkapi alat navigasi khusus operasi rescue,” ujarnya, ditulis Minggu (5/4).
Berbeda dengan kapal cepat pada umumnya yang menggunakan bahan fiberglass, kapal ini menggunakan material marine aluminium yang lebih tahan benturan dan aman untuk manuver di perairan berisiko tinggi.
Dari sisi spesifikasi, kapal jenis Rigid Hull Aluminium Boat ini memiliki panjang tujuh meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi lambung 0,7 meter. Dengan draft 0,35 meter, kapal tetap stabil dan mampu bermanuver di perairan dangkal maupun dalam.
Kapal ini dilengkapi dua mesin outboard masing-masing 85 tenaga kuda, yang memungkinkan kecepatan hingga 28–30 knot. Kapasitasnya dibatasi maksimal tujuh orang agar ruang gerak tim penyelamat dan peralatan evakuasi tetap optimal.
Pengadaan kapal dilakukan melalui sistem e-katalog dengan menggandeng produsen spesialis dari Sidoarjo, Jawa Timur, dengan nilai anggaran sekitar Rp1,69 miliar.
Dalam operasionalnya, kapal ini akan difokuskan untuk pencarian dan pertolongan korban kecelakaan air di Sungai Mahakam, serta mendukung patroli keamanan pada kegiatan masyarakat di kawasan perairan, seperti Festival Mahakam hingga pengamanan malam tahun baru.
“Harapannya kapal ini menjadi tulang punggung operasi penyelamatan di Samarinda, terutama di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan,” kata Suwarso. (ant)


