Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kabupaten ini mencatatkan kualitas udara terbaik di Tanah Air,
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Di tengah kota-kota yang terselimuti polusi, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mencatat kualitas udara terbaik di Indonesia dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hanya 9. Angka ini menegaskan wilayah itu sebagai oase segar, tempat udara bersih dan lingkungan sehat mendukung kualitas hidup warganya.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jumat (2/1/2026) pukul 16.00 WIB seperti dikutip dari Databoks Kata Data menempatkan Kutai Barat sebagai daerah dengan polusi paling rendah di Tanah Air. Tiga wilayah lain yang juga unggul adalah Kabupaten Lampung Selatan (11), Kota Malang (14), dan Kota Tarakan (19). Mayoritas wilayah dengan udara bersih berada di Kalimantan dan Jawa, mencerminkan konsistensi pengelolaan lingkungan.
Merujuk Peraturan Menteri LHK Nomor 14 Tahun 2020, kualitas udara dibagi lima kategori: baik (0–50), sedang (51–100), tidak sehat (101–200), sangat tidak sehat (201–300), dan berbahaya (300+). Dengan ISPU hanya 9, Kutai Barat jelas masuk kategori “baik”, menandakan polusi udara sangat rendah dan lingkungan mendukung aktivitas sehari-hari.
Daftar 10 wilayah dengan kualitas udara terbaik per 2 Januari 2026, pukul 16.00 WIB, adalah: Kutai Barat (Kaltim) 9, Lampung Selatan (Lampung) 11, Malang (Jatim) 14, Tarakan (Kaltara) 19, Gresik (Jatim) 20, Pekanbaru (Riau) 21, Banyuwangi (Jatim) 23, Probolinggo (Jatim) 24, Serang (Banten) 25, dan Kapuas (Kalteng) 26.
Sekilas Kutai Barat
Kabupaten Kutai Barat sendiri punya sejarah administratif yang relatif muda. Wilayah ini resmi menjadi kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kutai berdasarkan Undang Undang Nomor 47 Tahun 1999, dan diresmikan sebagai entitas pemerintahan pada 4 Oktober 1999. Ibu kota kabupaten berada di Sendawar, dan sejak itu Kutai Barat berkembang sebagai daerah dengan potensi alam yang luas tetapi tetap menjaga kualitas lingkungan hidupnya.
Kubar dikenal sebagai daerah seribu jantur. Istilah jantur dalam konteks ini bukan sembarang nama unik, tetapi sebutan lokal untuk air terjun, dan Kutai Barat diketahui memiliki puluhan bahkan lebih dari seratus titik air terjun yang tersebar di banyak desa dan kecamatan. Berdasarkan pendataan Dinas Pariwisata setempat, ada 111 jantur yang tersebar di 16 kecamatan dan 190 kampung, dan jumlah ini masih bisa bertambah jika pendataan diperluas.
Karena jumlahnya yang sangat banyak dan menjadi daya tarik wisata alam utama, Kutai Barat kemudian dipromosikan sebagai “Negeri 1.000 Jantur” atau Negeri Seribu Air Terjun. Julukan ini bukan angka harfiah mutlak, tetapi simbol dari kekayaan dan keanekaragaman air terjun yang menjadi bagian ikonik lanskap alam Kutai Barat.



