PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Waspada Penawaran Aktivasi IKD lewat Telepon, Disdukcapil Rutin Edukasi dan Sosialisasi ke Masyaraka

Home Berita Waspada Penawaran Aktivas ...

Waspada Penawaran Aktivasi IKD lewat Telepon, Disdukcapil Rutin Edukasi dan Sosialisasi ke Masyaraka
Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin.

EKSPOSKALTIM.COM , BONTANG- Inovasi teknologi pelayanan selalu menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab melakukan penipuan.

Seperti pada aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang tengah digencarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang.

Meski belum ada laporan resmi, namun Disdukcapil mewanti-wanti masyarakat agar tidak mendapatkan kemudahan yang ditawarkan. Pelaku juga mengatasnamakan petugas Disdukcapil atau kecamatan melakukan aktivasi IKD melalui telepon atau Whatsapp.

Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman melalui Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin menyampaikan menyampaikan secara rutin melakukan sosialisasi secara langsung kepada warga, maupun di berbagai media, baik media sosial maupun elektronik. 

Di berbagai media juga kami sampaikan. Saat Musrenbang di beberapa Kelurahan maupun Kecamatan kami undang hadir, kami juga sampaikan,” ujarnya, Rabu (25/02/2026).

Thamrin menyebut, modus yang sering digunakan pelaku adalah mengirimkan surat undangan atau pesan panggilan untuk aktivasi IKD di kantor Disdukcapil, Mal Pelayanan Publik (MPP) atau Kecamatan. Karena merasa diselenggarakan secara resmi, warga yang tidak bisa hadir kemudian ditawarkan bantuan oleh pelaku.

Thamrin mencontohkan modus yang pernah terjadi. ,Warga diundang untuk mengaktifkan IKD, namun tidak bisa datang, lalu pelaku menawarkan bantuan tanpa datang ke kantor. Kemudian, pelaku meminta foto KTP atau Kartu Keluarga (KK).

“Karena profilnya memakai pakaian seperti PNS dan mengaku dari kecamatan atau Dukcapil, orang jadi percaya,” jelasnya.

Setelah itu, selanjutnya, korban biasanya diminta mengisi tautan berupa link yang dikirimkan pelaku. Padahal, menurut dia, hal tersebut sangat berbahaya dan bisa membuka celah yang mencakup data pribadi. "Modus serupa juga sering terjadi dalam bentuk undangan digital palsu," terangnya.

Lanjut Thamrin, Disdukcapil mengingatkan bahwa data kependudukan tidak hanya digunakan untuk layanan pada Disdukcapil, tetapi juga terhubung dengan berbagai layanan lain seperti perbankan dan BPJS. 

Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat diminta tidak mudah memberikan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Dan lebih waspada agar tidak menjadi korban penipuan digital.

“Kami sampaikan bahwa aktivasi IKD tidak pernah melalui telepon atau WhatsApp. Warga harus datang langsung, bertemu operator dan untuk selanjutnya dilakukan swafoto dan pemindaian QR Code langsung oleh petugas, baru selanjutnya IKD bisa teraktivasi,” tutupnya. (*)

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :