PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Untuk Orang Tua, Yuk Waspadai Gula Terselubung di Makanan Anak

Home Berita Untuk Orang Tua, Yuk Wasp ...

Untuk Orang Tua, Yuk Waspadai Gula Terselubung di Makanan Anak
Calon konsumen memilih minuman kemasan di sebuah pusat perbelanjaan, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (5/7/2024). . ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua agar tidak terkecoh tampilan dan klaim produk makanan anak yang terlihat sehat, tetapi menyimpan kandungan gula terselubung yang berisiko mengganggu kesehatan anak dalam jangka panjang.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), mengatakan gula kerap “disamarkan” dalam daftar komposisi bahan pangan, sehingga sulit dikenali oleh orang tua. Padahal, label pangan seharusnya menjadi alat perlindungan utama bagi anak dari asupan yang tidak sehat.

“Label adalah alat untuk proteksi atau melindungi anak-anak kita dari asupan makanan yang tidak sehat atau membuat mereka sakit secara perlahan. Yang harus benar-benar kita waspadai di komposisi bahan itu adalah kandungan gula,” kata Piprim dikutip Rabu (28/1). 

Menurut Piprim, gula tidak selalu ditulis secara gamblang. Dalam banyak produk, gula hadir dalam berbagai turunan dengan istilah yang semakin panjang dan teknis, sehingga sulit dipahami masyarakat awam. Kondisi ini membuat orang tua perlu lebih teliti dan kritis saat membaca label produk pangan.

Pengendalian asupan makanan anak sepenuhnya berada di tangan orang tua. Banyak produk yang gencar diiklankan, bahkan menampilkan citra sehat, namun kandungan di dalamnya belum tentu sesuai dengan pesan yang ditampilkan.

“Yang sering terjadi, secara visual dan iklan terlihat sehat, tetapi ketika kita cermati isinya, justru tidak sejalan dengan yang ditampilkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Piprim menjelaskan bahwa gula terselubung dan turunannya kerap menjadikan suatu produk masuk dalam kategori ultra processed food (UPF). Berbagai penelitian menunjukkan jenis pangan ini berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kronis.

“Dalam piramida makanan terbaru di Amerika Serikat, ultraprocessed food sudah jelas masuk kelompok yang harus diwaspadai dan diberikan dengan sangat hati-hati kepada anak-anak,” katanya.

Selain kandungan gula, IDAI juga mengingatkan orang tua untuk tidak mudah percaya pada klaim pangan, seperti “tanpa gula tambahan”, “total gula”, “garam”, hingga produk yang dikategorikan sebagai suplemen. Klaim-klaim tersebut, menurut Piprim, tetap perlu dibaca secara utuh dengan melihat komposisi sebenarnya.

Meningkatnya kasus obesitas, sindrom metabolik, hipertensi, dislipidemia, hingga gula darah tinggi pada anak dan remaja tidak bisa dilepaskan dari pola konsumsi dan gaya hidup yang tidak sehat sejak dini.

“Memilih dan mencermati label makanan anak-anak kita adalah salah satu upaya melindungi mereka dari penyakit akibat gaya hidup atau lifestyle diseases yang sebenarnya bisa dicegah,” ujarnya.

Piprim menutup dengan menekankan pentingnya kembali pada makanan alami. Menurutnya, real food tetap menjadi pilihan terbaik agar anak tumbuh sehat dan terhindar dari risiko penyakit di masa depan.

“Tentu saja real food adalah yang terbaik supaya anak-anak kita tumbuh dengan sehat,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :