Nama anggota DPR RI asal daerah pemilihan Kalimantan Timur ini santer dikabarkan akan menduduki kursi menteri pada reshuffle siang ini.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali mengemuka. Nama Budi Djiwandono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, disebut-sebut masuk radar untuk segera bergeser ke kursi eksekutif.
Spekulasi reshuffle semakin menguat setelah Thomas Djiwandono, kakak Budi, resmi bergeser dari posisi Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejumlah media nasional menyatakan pergeseran ini memicu dugaan adanya penataan ulang posisi strategis di pemerintahan dalam waktu dekat.
Sinyal reshuffle sempat terlontar dalam rapat Komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala BIN M Herindra, serta para kepala staf angkatan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto melontarkan pernyataan yang langsung memantik tafsir politik. “Mohon izin, di depan ada Pak Menhan, Panglima yang hadir. Itu menjadi daya tarik luar biasa. Kalau katanya orang sebelah kanan saya, yang dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif, you cannot beat the band with uniform,” kata Utut dalam rapat tersebut.
Utut tak menyebut nama secara eksplisit. Namun, berdasarkan posisi duduk di ruang rapat, sosok yang berada di sebelah kanan Utut adalah Budi Djiwandono.
Budi diketahui memiliki kedekatan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia dan Thomas Djiwandono merupakan putra dari mantan Gubernur Bank Indonesia Sudrajad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, kakak sulung Prabowo.
Seiring isu reshuffle, sejumlah nama menteri dan pejabat setingkat menteri juga disebut berpotensi terdampak. Di antaranya Menko PMK Pratikno, Menlu Sugiono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala KSP Muhammad Qodari, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri HAM Natalius Pigai, hingga Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.
Menanggapi kabar tersebut, Menlu Sugiono mengaku belum mendengar informasi resmi soal reshuffle. Ia menegaskan perombakan kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.
“Saya baru dengar. Pertanyaan itu seharusnya ditujukan ke Presiden,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Selasa (27/1/2026).
Selain Budi Djiwandono, sejumlah nama lain turut mencuat. Angga Raka Prabowo disebut-sebut dikaitkan dengan posisi Menkomdigi, sementara Juda Agung dinilai sebagai kandidat kuat Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono.
Budi Djiwandono sendiri membantah kabar akan masuk kabinet dan menegaskan masih fokus menjalankan tugas sebagai pimpinan Komisi I DPR RI.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa Juda Agung memang masuk dalam bursa calon Wamenkeu.
Sepanjang 2025, Presiden Prabowo tercatat telah empat kali melakukan reshuffle, baik pada level menteri, wakil menteri, maupun kepala lembaga. Jika isu terbaru ini terealisasi, maka akan menjadi reshuffle jilid kelima dalam masa pemerintahannya.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden yang dijamin konstitusi.
“Sejak awal, Presiden yang meminta para menteri bergabung sebagai pembantunya. Presiden pula yang mengevaluasi dan memonitor kinerja mereka. Jika ada yang perlu dievaluasi, itu sepenuhnya hak Presiden,” ujar Saleh.
Menurutnya, dalam setiap reshuffle pasti ada pihak yang tidak puas. Namun, ketika keputusan sudah diambil, seluruh pihak wajib menghormatinya.


