Presiden Prabowo Subianto memohon doa dan dukungan para kiai, ulama, dan ustadz untuk dirinya serta pemerintahannya agar mampu melindungi rakyat Indonesia, menjaga perdamaian, dan memberantas korupsi.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memohon doa dan dukungan dari kelompok kiai, ulama, dan ustadz untuk dirinya serta pemerintahannya guna melindungi segenap bangsa dan menyelamatkan kepentingan rakyat Indonesia.
Menurut Presiden, upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat, memberantas korupsi, dan menjaga perdamaian membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk para ulama.
“Mari kita bersatu, mari kita bekerja keras, mari kita amankan dan selamatkan seluruh rakyat kita. Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan, kita akan berhasil, kita akan unggul, kita akan mengatasi semua kesulitan,” kata Prabowo.
“Kita akan memberantas mereka-mereka yang selama ini merusak perekonomian kita. Kita akan berantas mereka, kita akan hadapi mereka, dan kita akan menegakkan kebenaran dan keadilan,” lanjutnya saat berpidato dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Jakarta, Selasa malam.
Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat nasional itu dihadiri para kiai, ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pejabat negara, serta sejumlah cendekiawan Muslim.
Salah satu yang hadir adalah ulama dan cendekiawan Muslim Muhammad Quraish Shihab yang juga bertindak sebagai penceramah dalam acara tersebut.
Di hadapan para ulama, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih karena merasa sering mendapatkan pencerahan serta tambahan semangat dari para tokoh agama.
“Saya bersyukur, saya berterima kasih pada malam yang baik ini, saya terus diberi pelajaran, diberi peringatan, diberi tambahan semangat,” ujar Prabowo.
“Saya berterima kasih kepada para ulama, para ustadz, para pemimpin masyarakat yang terus memberi pencerahan akan tugas-tugas saya,” tambahnya.
Dalam ceramahnya, Quraish Shihab juga menyampaikan doa khusus bagi Presiden Prabowo. Ia mengutip doa ulama Mesir Syekh Mutawalli Sya’rawi yang menekankan bahwa kekuasaan merupakan amanah dari Tuhan.
“Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat, maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak,” kata Quraish.
“Kalau Yang Mulia menjabat jabatan ini karena takdir untuk menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan, dan kami akan ikut membantu,” lanjutnya. (Ant)


