PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ekonomi Biru hingga Sampah Sirkular, Berau Cari Jalan Keluar dari Ketergantungan Tambang

Home Berita Ekonomi Biru Hingga Sampa ...

Kabupaten Berau mulai memetakan arah ekonomi jangka panjang di tengah ketergantungan daerah penghasil sumber daya alam terhadap sektor ekstraktif.


Ekonomi Biru hingga Sampah Sirkular, Berau Cari Jalan Keluar dari Ketergantungan Tambang
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas (ANTARA/ HO- Diskominfo Berau)

EKSPOSKALTIM, Berau - Selain memperkuat pariwisata dan perikanan berkelanjutan, pemerintah daerah Berau kini mendorong ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah sebagai sumber investasi baru sekaligus bagian dari strategi membangun ekonomi pascatambang.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan telah lama menjadi bagian dari arah pembangunan daerah, baik dalam pengelolaan sektor perkebunan, kehutanan, maupun pengembangan ekonomi biru melalui perikanan dan wisata bahari.

Menurut dia, pengelolaan sampah kini tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan lingkungan, melainkan memiliki potensi ekonomi yang mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Sampah bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tapi dalam pengelolaannya berpotensi sebagai sumber daya ekonomi yang mampu menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Sri Juniarsih di Tanjung Redeb, Jumat (3/7).

Ia mengatakan transformasi ekonomi menjadi kebutuhan penting bagi Berau agar tidak terus bergantung pada sektor pertambangan dan migas. Karena itu, pembangunan ekonomi daerah diarahkan pada sektor-sektor yang lebih beragam dan berkelanjutan sesuai visi pembangunan Berau 2025–2029, yakni "Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera".

Hingga kini, kata dia, Berau terus memperkuat sejumlah sektor ekonomi berkelanjutan seperti pariwisata, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

"Ke depan, kita harus mempersiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan. Sampah adalah sumber daya ekonomi yang memiliki nilai tambah, mampu menciptakan lapangan kerja, dan menjadi bagian dari rantai industri masa depan," katanya.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengembangan Kawasan Industri Sampah Sirkular (KISS) Berau. Kawasan tersebut dirancang menjadi ekosistem industri hijau yang terintegrasi, mulai dari proses pemilahan hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Pemerintah daerah berharap pengembangan kawasan tersebut mampu menciptakan manfaat ekonomi berlapis, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya peran bank sampah, bertambahnya pendapatan daerah dalam jangka panjang, hingga masuknya investasi di sektor ekonomi sirkular.

Sri Juniarsih menegaskan arah pembangunan tersebut sejalan dengan komitmen Berau yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pelopor pelestarian lingkungan di Indonesia.

 

Menurut dia, berbagai kebijakan pembangunan di sektor perkebunan, kehutanan, hingga permukiman terus diupayakan agar tidak merusak ekosistem alam. Berau juga aktif melindungi hutan adat, kawasan konservasi, serta wilayah tangkapan air.

Selain itu, daerah ini menjadi salah satu percontohan nasional dalam restorasi hutan, pengurangan emisi karbon, pengembangan pertanian ramah lingkungan, serta pengelolaan hutan produksi lestari dengan membatasi praktik penebangan yang merusak.

Di sektor ekonomi biru, Berau juga menerapkan berbagai kebijakan konservasi, mulai dari pengaturan kuota tangkapan ikan, pelarangan alat tangkap yang merusak lingkungan, hingga pengembangan budidaya perikanan dan rumput laut yang ramah lingkungan.

Pengelolaan destinasi wisata bahari seperti Kepulauan Derawan, Maratua, dan Sangalaki juga dilakukan dengan pendekatan konservasi melalui pembatasan kunjungan wisatawan, perlindungan habitat penyu, dan pelestarian terumbu karang. Dengan strategi tersebut, kata dia, Berau berharap mampu membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru yang tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :