EKSPOSKALTIM, Balikpapan- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Paser mencatat 67 titik kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 128,8 hektare.
Sebagian besar kawasan yang terbakar didominasi oleh lahan mineral kering, semak belukar, serta vegetasi yang mengering akibat penurunan kelembapan udara.
"Berdasarkan pemantauan di lapangan, kejadian didominasi area berisiko tinggi, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber air serta tumpukan material mudah terbakar," ujar Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan dihubungi dari Balikpapan, Rabu (19/8).
Sebaran Wilayah Terdampak Karhutla
Berdasarkan rincian data BPBD Paser, Kecamatan Batu Engau mencatatkan dampak kerusakan terluas. Walau hanya terdeteksi 2 titik api, luas lahan yang hangus di kawasan tersebut mencapai 46,4 hektare.
Sementara itu, frekuensi kebakaran tertinggi terjadi di Kecamatan Tanah Grogot dengan 38 titik kejadian yang melahap 38,4 hektare lahan, disusul Kecamatan Paser Belengkong sebanyak 20 kejadian dengan area terdampak seluas 33 hektare.
Titik api juga terkonfirmasi di Muara Komam (5 kejadian, 5 hektare), Muara Samu (1 kejadian, 4 hektare), dan Batu Sopang (1 kejadian, 2 hektare). Adapun empat kecamatan lain—Kuaro, Longikis, Longkali, dan Tanjung Harapan—tercatat nihil kejadian (zero hotspot).
19 Hektare Lahan Gambut Ikut Terbakar
Dari total area yang dilalap api, lahan mineral kering mendominasi sebanyak 85,2 persen atau 109,7 hektare dari 46 kejadian.
Namun, karhutla juga menyasar lahan gambut seluas 19,1 hektare (14,8 persen) dari 14 titik kejadian. "Karakteristik pemadaman pada lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api kerap menyebar di bawah permukaan tanah (ground fire)," jelas Ruslan.
Kondisi Terkini
Ruslan memastikan seluruh 67 titik api kini telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Disdamkar, Satpol PP, Sekawan Rescue, dan relawan masyarakat.
Proses pemadaman di lapangan sempat mengalami kendala akibat tiupan angin kencang, minimnya sumber air, serta sulitnya akses jalan menuju lokasi kebakaran.
Meski situasi relatif terkendali, BPBD Paser tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan (ignition point). "Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat dijerat sanksi pidana," sebut dia.



