EKSPOSKALTIM, Bontang - Meski penjualan sari kurma mengalami peningkatan, namun memasuki hari ke empat bulan ramadhan penjualan kurma dinilai mengalami penurunan. Bahkan, daya beli pelanggan akan pembelian kurma dinilai turun hingga 15 persen dibandingkan di bulan ramadhan tahun sebelumnya.
Kondisi ini diakui oleh salah satu pedagang kurma di Kota Bontang, Kasmiwati, saat ditemui ditempat jualannya di jalan Sultan Hasanuddin, Berebas Tengah Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (10/6/2016). Kendati demikian, Kasmiwati mengatakan jika dirinya tidak heran dengan minimnya pembeli, sebab menurutnya penjualan kurma ini sifatnya musiman saat bulan puasa ataupun musim haji.
"Sangat menurun sekali hingga 15 persen, mungkin karena ekonomi rakyat yang memang sedang tak stabil. Tak hanya itu saja, pasar kurma saat ini memang tidak fit dimana para pemasok kurma diluar daerah hanya memiliki stock yang terbatas," kata Kasmiwati
Dia juga menilai, tahun ajaran baru anak sekolah juga menjadi faktor lain menurunnya daya beli kurma, dimana para orang tua juga mesti mempersiapkan anggaran untuk mencukupi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
“Kebetulan tahun ini bertepatan dengan tahun ajaran baru anak sekolah. Ya, mungkin membuat pasar penjualan kurma saat ini lesu, karena para orang tua juga harus mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anaknya,” jelasnya.
Melihat daya beli akan kurma mengalami penurunan, Kasmiwati mengaku tak banyak mengambil stok persedian kurma di tahun ini. Ia hanya menjual tiga jenis kurma untuk dijual, berbeda dibulan puasa sebelumnya yang mencapai lebih dari lima jenis.
"Hanya tiga jenis kurma yang saya jual saat ini, kurma dari Iran biasa disebut kurma madu, kurma Oman dan Timur Tengah. Paling banyak diborong oleh pelanggan kurma Mesir, tetapi saat ini saya tidak menjualnya karena termasuk sulit untuk bersaing mendapatkan kurma mesir dipemasok," tutupnya.

