Tiga jasad yang ditemukan dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa telah tiba di Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi.
EKSPOSKALTIM, Banjarmasin – Tiga jasad ditemukan dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Ketiganya ditemukan dalam kondisi terjebak di ruangan kapal dan berhasil dievakuasi oleh tim penyelam gabungan.
Ketiga jasad terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan. Setelah dievakuasi dari badan kapal pada Jumat (18/9) siang, ketiganya sekitar pukul 18.30 Wita dipindahkan ke KN SAR Kamajaya untuk dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Ketiganya tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 23.00 Wita dan langsung diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan untuk proses identifikasi.
“Jasad korban sudah kami terima dan langsung dilakukan identifikasi,” kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan Banjarmasin, Jumat malam.
Sofwan mengatakan proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin membutuhkan waktu karena kondisi jasad sudah cukup lama terendam air.
Tim DVI harus mencocokkan data post mortem dengan data pembanding atau ante mortem yang telah dikumpulkan dari keluarga korban.
“Jika ada ciri fisik yang khas tentu sangat membantu misal tanda lahir ataupun struktur gigi,” jelasnya.
Menurut dia, sidik jari juga dapat membantu mempercepat proses identifikasi apabila masih dapat terdeteksi.
“Kami mohon doa semoga bisa segera diketahui identitas korban dan keluarga dapat membawa pulang jenazah untuk dimakamkan,” ujarnya.
Terjebak di Dalam Kapal
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan ketiga korban ditemukan di dalam ruangan kapal dalam kondisi terjebak.
“Ketiga korban ditemukan di dalam ruangan kapal dalam kondisi terjebak, sehingga tim penyelam harus memecahkan kaca untuk dapat mengeluarkan jasad korban dari bagian dalam kapal,” kata Yudhi.
Evakuasi melibatkan dua tim penyelam dari TNI AL, masing-masing 10 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II TNI AL.
Dengan ditemukannya tiga jasad tersebut, hingga hari keenam operasi SAR, Jumat (18/9) pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 117 korban telah ditemukan.
Rinciannya, 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Sementara 126 orang masih belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Siapkan Pengangkatan Kapal
Selain pencarian korban, tim SAR mulai menyiapkan tahapan operasi pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8.
Yudhi mengatakan tim operasi salvage telah melakukan observasi posisi dan kondisi badan kapal di bawah laut sebagai tahap awal untuk menentukan langkah pengangkatan kapal ke permukaan.
“Hari ini Jumat, pukul 12.30 Wita tim salvage di lokasi melakukan survei bawah air menggunakan perlengkapan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengetahui dan mengobservasi posisi dan duduk badan kapal,” kata Yudhi dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keenam di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Jumat.
Hasil observasi tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk menentukan sarana dan langkah yang diperlukan dalam operasi salvage.
“Sambil tim salvage bekerja, dua tim penyelam juga melakukan kegiatan bawah air. Kita dorong tim operasi salvage bekerja secepatnya,” ujarnya.
Yudhi mengatakan kondisi gelombang di lokasi kecelakaan saat ini sekitar satu meter, turun dibandingkan dua hari sebelumnya yang mencapai lebih dari 2,5 meter.
Arus bawah laut yang cukup tinggi sebelumnya sempat menghambat pelaksanaan operasi salvage. Namun, kondisi cuaca saat ini memungkinkan tim penyelam kembali melakukan penyelaman karena telah memenuhi standar keamanan.
“Besok tim salvage akan merapat ke Banjarmasin untuk menyampaikan terkait apa yang sudah dilakukan, akan disampaikan dan dirapatkan,” katanya.
Berdasarkan informasi tim penyelam, badan KM Virgo Transport 8 tidak bergeser dari posisi sebelumnya. Bangkai kapal saat ini berada pada kedalaman sekitar 24 hingga 29 meter.
“Seluruh unsur SAR terus melakukan patroli melalui udara dan laut untuk memaksimalkan pencarian korban yang masih belum ditemukan, masing-masing armada menjalankan pencarian sesuai sektor yang telah dibagi,” ujar Yudhi.
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita sebelum ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembu, Laut Jawa. (ant)


.jpg)
