PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

69 Penyintas Kapal Tenggelam Dievakuasi ke Banjarmasin, Sebagian Alami Trauma Berat

Home Berita 69 Penyintas Kapal Tengge ...

Setibanya di darat, para penyintas langsung menjalani proses triage darurat sebelum dirujuk ke rumah sakit sesuai tingkat keparahan luka.


69 Penyintas Kapal Tenggelam Dievakuasi ke Banjarmasin, Sebagian Alami Trauma Berat
Korban selamat KMP Virgo Transport 8 menjalani pemeriksaan medis darurat setibanya di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin setelah dievakuasi dari Laut Jawa. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Sebanyak 69 korban selamat tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggunakan kapal MV Haida pada Minggu (13/9).

Kapal yang membantu proses penyelamatan tersebut sandar sekitar pukul 18.00 WITA. Seluruh korban kemudian dipindahkan ke ruang induk terminal pelabuhan yang sementara difungsikan sebagai lokasi penanganan medis darurat.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin Alfi mengatakan tim gabungan langsung melakukan proses triage atau pemilahan korban berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.

“Penanganan korban kami bagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan, zona kuning untuk korban luka sedang, dan zona merah untuk korban yang mengalami luka berat,” kata Alfi, dikutip dari antara.

Tim medis dari PMI, Dinas Kesehatan, unsur SAR, serta tenaga kesehatan lainnya melakukan pemeriksaan awal menggunakan tempat tidur lipat yang disiapkan di terminal pelabuhan.

Pemeriksaan meliputi kondisi fisik korban, tekanan darah, detak jantung, hingga tanda-tanda vital lainnya setelah berjam-jam berada dalam situasi darurat di laut.

Korban yang mengalami kondisi lebih serius mendapatkan penanganan intensif di lokasi sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Beberapa korban dilaporkan mengalami trauma berat, gangguan pernapasan, hingga penurunan kesadaran.

Petugas memberikan bantuan oksigen, pemasangan penyangga leher (neck collar), serta terapi cairan melalui infus sesuai kebutuhan medis masing-masing korban.

Sistem triage diterapkan untuk memastikan korban dengan kondisi paling kritis memperoleh prioritas penanganan terlebih dahulu.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat area terminal dipadati korban, petugas medis, relawan, aparat keamanan, serta keluarga yang menunggu kabar anggota keluarganya.

Di luar terminal, sejumlah ambulans telah disiagakan untuk membawa korban yang membutuhkan perawatan lanjutan ke rumah sakit rujukan.

Personel TNI, Polri, petugas pelabuhan, dan relawan turut membantu memperlancar proses evakuasi serta pengangkutan korban menuju fasilitas kesehatan.

Kepolisian juga melakukan sterilisasi di sekitar lokasi penanganan agar proses medis dapat berjalan tanpa hambatan.

Sementara proses penanganan terhadap korban selamat berlangsung, operasi pencarian korban lain masih terus dilakukan di perairan Laut Jawa.

Tim SAR gabungan tetap melanjutkan penyisiran di lokasi tenggelamnya kapal untuk mencari penumpang yang hingga kini belum ditemukan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :