PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Jam Beli Pertalite Dibatasi di Balikpapan, Warga: Innalillahi wa Innailaihi Rojiun!

Home Berita Jam Beli Pertalite Dibata ...

Antrean panjang Pertalite hendak diurai dengan pembatasan jam pembelian. Namun bagi warga Balikpapan, kebijakan yang mulai berlaku 1 September itu justru dikhawatirkan membuat urusan mendapatkan BBM bersubsidi semakin repot. 


Jam Beli Pertalite Dibatasi di Balikpapan, Warga: Innalillahi wa Innailaihi Rojiun!
Potret antrean kendaraan untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU MT Haryono, Rabu (26/8/2026). Mulai 1 September 2026, jam pelayanan Pertalite di SPBU ini bakal diatur. Foto: Ekspos/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengatur jam operasional pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memicu kritik keras dari masyarakat.

Aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan Nomor 500.10.1/2094/E/SETDA itu dinilai warga kian memberatkan warga di tengah tingginya aktivitas sehari-hari.

Dalam SE tersebut, Pemkot Balikpapan menetapkan jam operasional pengisian Pertalite untuk kendaraan roda empat di sejumlah SPBU, seperti SPBU MT Haryono dan SPBU Sepinggan, hanya dilayani mulai pukul 22.00 hingga 06.00 WITA.

Sementara itu, layanan untuk kendaraan roda dua diberlakukan pukul 06.00 hingga 22.00 WITA. Antrean di luar jam yang telah ditentukan dipastikan tidak akan dilayani.

 

Kebijakan yang rencananya berlaku mulai 1 September 2026 ini diklaim sebagai upaya pemerintah mengurai kemacetan di ruas jalan utama akibat antrean BBM.

Kritik warga

Namun, pengemudi kendaraan logistik di Balikpapan, Ferdinan (38), menilai aturan pembatasan waktu tersebut sama sekali tidak menyelesaikan akar masalah dan justru menambah beban para pekerja.

“Seperti kami ini, paginya kerja antar barang, malam harus antre BBM lagi. Jelas ini memberatkan warga,” ujar Ferdinan saat ditemui di sela antrean BBM di SPBU MT Haryono, Rabu (26/8).

Ferdinan menyarankan agar Pemkot Balikpapan bersama Pertamina fokus menambah titik SPBU yang melayani BBM bersubsidi ketimbang membatasi jam pengisian.

Menurutnya, saat ini hanya ada dua SPBU di wilayah perkotaan yang melayani Pertalite, sehingga penambahan lokasi menjadi solusi yang lebih krusial untuk memecah antrean.

Tindak pengetap

Ferdinan menambahkan selain menambah SPBU sebagai solusi jangka panjang, dia juga berharap ada tindakan tegas dari aparat terhadap adanya pengetab BBM yang ikut antre berkali-kali.

“Kita kan sering lihat saja ada yang bolak-balik dengan mobil yang sama,” kata Ferdinan.

Dia mengatakan kendaraan-kendaraan pengetab ini biasanya menggunakan modus ganti pelat nomor untuk mengelabui petugas di SPBU.

“Mereka juga harus ditindak, karena itu juga salah satu sebab antrean BBM semakin panjang,” ungkap dia.

Warga : Innalillahi wa innailaihi rojiun!

Keluhan senada disampaikan Barli (69). Ia kaget saat mengetahui adanya pembatasan jam operasional pengisian BBM tersebut.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun! Jadi nanti akan diatur waktunya?” kata Barli.

Barli menyoroti ironi kebijakan ini. Menurutnya, kondisi warga yang harus menguras tenaga untuk antre BBM hingga malam hari sangat miris, mengingat Kota Balikpapan memiliki fasilitas kilang pengolahan minyak terbesar di Indonesia.

“Kilang sebesar itu, kita susah mau dapat BBM, harus antre panjang,” tegasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :