Di tengah gelapnya Laut Jawa dan terjangan ombak, selembar tripleks menjadi pegangan hidup Riyanda.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Selembar tripleks menjadi pegangan hidup Riyanda (30) saat Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa. Pria asal Cilacap, Jawa Tengah, itu terjun ke laut setelah kapal yang ditumpanginya mulai miring.
“Setelah terjun dari kapal saya berpegangan tripleks,” kata Riyanda ketika ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu malam (14/9).
Riyanda awalnya tertidur pulas ketika kapal dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sekitar pukul 23.30 Wita, Sabtu (12/9), suara riuh penumpang yang panik membangunkannya.
Saat membuka mata, kondisi kapal sudah tidak normal. Badan kapal mulai miring dan penumpang berusaha mencari jalan keluar.
Riyanda pun segera mengenakan baju pelampung yang tersedia di kapal dan menceburkan diri ke laut.
Namun, proses menyelamatkan diri itu bukan tanpa risiko. Tubuhnya sempat membentur lambung kapal hingga menyebabkan dahinya terluka.
Begitu berada di laut, Riyanda berusaha bertahan sambil berpegangan pada selembar tripleks.
Sekitar satu jam ia terombang-ambing di tengah laut. Ombak tinggi terus menghantam wajahnya dan membuatnya cukup banyak menelan air laut.
Dalam kondisi tersebut, Riyanda kemudian berhasil meraih sebuah sekoci yang terlepas dari Kapal Virgo.
Sekoci itu kemudian menjadi tempat berlindung Riyanda bersama tiga orang lainnya.
Tak lama berselang, kapal MV Haida melintas dan melakukan evakuasi. Riyanda bersama 69 orang lainnya kemudian dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu malam.
Namun, keselamatan itu belum sepenuhnya menghapus rasa cemasnya.
Riyanda masih teringat empat rekannya yang hingga kini belum ditemukan.
Ia berangkat dari Cilacap bersama lima rekannya untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan.
Dari enam orang tersebut, baru Riyanda dan satu rekannya yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Empat lainnya, seperti dilaporkan kantor berita antara, masih dalam pencarian.
Ombak Hantam Lambung Kapal
Basarnas menyebut hantaman ombak dari sisi kanan kapal menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Virgo Transport 8 mengalami kemiringan sebelum kecelakaan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan informasi tersebut diperoleh langsung dari nakhoda Virgo Transport 8 dalam proses operasi pencarian dan pertolongan.
“Disampaikan oleh nakhoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan,” kata Edy.
Menurut data manifest yang digunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan, Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru.
Dalam perkembangan operasi yang disampaikan Basarnas, sebanyak 114 orang telah berhasil diselamatkan, dengan 98 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Basarnas menyatakan operasi pencarian terus dimaksimalkan dengan mengerahkan unsur laut maupun udara untuk menemukan korban yang masih hilang.



