Isu 12 siswa SMP di Samarinda yang disebut diduga terpapar kanabinoid sintetis atau ‘sinte’ memicu rapat DPRD bersama Disdikbud dan BNN.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Publik Kota Tepian belakangan ini dihebohkan oleh kabar ditemukannya 12 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Samarinda yang diduga positif mengonsumsi narkoba jenis kanabinoid sintetis atau yang sering dikenal dengan sebutan ‘sinte’.
Isu yang mendadak viral di media sosial tersebut sontak menuai sorotan tajam publik, mengingat peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah sebuah ruang steril yang semestinya menjadi benteng pertahanan utama anak dari ancaman barang terlarang.
Kemudian pada hari ini, Kamis (20/8) Komisi IV DPRD Samarinda menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkotika (P4GN). Rapat digelar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda serta Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Wahiduddin, justru memilih mengarahkan fokus penanganan kasus tersebut ke ranah otoritas BNN.
“Itu nanti ke BNN langsung ranahnya. Kita nanti akan tetap tindak lanjut kalau memang sudah dapat informasi,” tutur Wahiduddin saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut instansinya atas temuan 12 siswa positif narkoba tersebut.
Disinggung mengenai kemungkinan diterapkannya pengetatan pengawasan di area sekolah atau skema pemeriksaan berkala terhadap warga sekolah, Wahiduddin hanya memberikan tanggapan secara ringkas.
“Rencana ke arah sana memang ada,” ujatnya singkat.
Ketika didesak lebih jauh mengenai porsi Disdikbud dalam ranah penindakan, Wahiduddin kembali menegaskan bahwa opsi tersebut masih berada dalam tahap diskusi.
“Kalau memang treatment-nya begitu, akan kita lakukan,” tambahnya.
Ia pun mengonfirmasi bahwa substansi dialog dalam RDP bersama legislatif tersebut memang sebatas berfokus pada ranah edukasi formal.
“Di dalam hanya bahas tentang kurikulum,” pungkasnya.
Di sisi lain, upaya untuk mendapatkan perspektif penegakan hukum dari BNN yang turut hadir dalam RDP tersebut juga belum membuahkan hasil. Saat dihampiri awak media untuk dimintai keterangan terkait perkembangan penanganan 12 siswa maupun formulasi penanggulangan ke depan, pihak BNN memilih untuk enggan memberikan penjelasan.


