PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Cerita Ibu di Balikpapan Bertahun-tahun Diteror Eks Suami: Ancaman Pembunuhan hingga Video Syur

Home Berita Cerita Ibu Di Balikpapan ...

Setelah bertahun-tahun mengaku mengalami kekerasan, ancaman, dan teror pascacerai, seorang perempuan di Balikpapan akhirnya melaporkan mantan suaminya ke Polda Kalimantan Timur atas dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Keputusan itu diambil setelah berbagai intimidasi yang disebut terus berlanjut hingga menyeret keluarganya.


Cerita Ibu di Balikpapan Bertahun-tahun Diteror Eks Suami: Ancaman Pembunuhan hingga Video Syur
Korban menunjukkan foto WhatsApp yang dikirimkan NG kepada orang tuanya. (Foto : Eksposkaltim/Erik)

EKSPOSKLATIM, Balikpapan - Seorang perempuan di Balikpapan melaporkan mantan suaminya, NG (32), ke Polda Kaltim atas dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) setelah bertahun-tahun mengalami teror, ancaman pembunuhan, dan ancaman penyebaran video syur hubungan suami istri mereka.

Sebelumnya, kasus ini viral lewat unggahan di akun media sosial pribadinya. Dalam unggahannya, dia menjelaskan bahwa terduga pelaku masih terus menerornya meski keduanya telah bercerai sejak Oktober 2025, setelah dua tahun setengah membina rumah tangga.

Kepada wartawan, dia mengaku sempat menahan diri untuk tidak membuka kasus ini ke publik karena peristiwa kekerasan yang dialaminya sudah terjadi sekitar satu tahun lalu.

Namun, teror yang terus berlanjut membuatnya akhirnya memilih bersuara. "Saya merasa perlu meminta bantuan orang lain," ujar korban, Rabu (19/8/2026) malam.

Ancaman Pembunuhan dan Penguntitan

Menurut korban, mantan suaminya kerap menjadikan anak sebagai alasan untuk memanggilnya datang dan mengajak berhubungan badan meski status mereka sudah bercerai. Ia juga mengaku berulang kali menerima ancaman pembunuhan.

"Saya diancam dibunuh, anak saya dibunuh, atau dia bunuh diri," kata dia.

Kondisi itu membuatnya selalu merasa cemas, terutama saat anaknya sedang bersama sang mantan suami.

Korban menduga NG tidak dapat menerima kenyataan perceraian sehingga terus menguntitnya. Pernah suatu waktu, kata korban, NG melompati pagar rumah kediamannya dan masuk ke kamar pada dini hari.

Korban mencontohkan bagaimana NG mengutarakan rencana pembunuhan, seperti mengajaknya menjatuhkan mobil ke jurang.

Kekerasan Fisik Saat Hamil

Adapun korban diduga mengalami kekerasan verbal dan tiga kali kekerasan fisik. Kekerasan pertama terjadi saat ia hamil lima bulan.

Kekerasan kedua terjadi setelah melahirkan, ketika mantan suaminya menggendong anak yang masih berusia tiga bulan sambil memukul, mencekik, dan menjatuhkannya saat sedang memompa air susu.

Pada saat kekerasan kali pertama dan kedua, ia mengaku tidak pernah bercerita kepada siapa pun, termasuk orang tuanya, karena ponselnya kerap disita sehingga tidak bisa meminta pertolongan.

Korban juga mengaku dijauhkan dari teman dan keluarga hingga hanya bergantung pada mantan suaminya.

"Saya mengalami gaslighting dan dibuat percaya kekerasan itu salah saya," ungkapnya.

Luka Masa Kecil Dijadikan Pembenaran

Korban menuturkan mantan suaminya yang berlatar belakang pendidikan psikologi kerap memanfaatkan kondisi psikologisnya. Ia menirukan ucapan yang pernah dilontarkan kepadanya.

"Kamu pantas dipukul karena kamu tidak punya seorang ayah," kata dia menirukan ucapan mantan suaminya. Menurutnya, ucapan tersebut sangat menyakitkan karena luka masa kecilnya dijadikan pembenaran kekerasan.

Korban menjelaskan dalam video yang beredar dan viral, terlihat anaknya yang berusia sekitar satu tahun menangis saat bapaknya bermain gim. Ia mengaku mendengar suara pukulan ke kaki anaknya diiringi ucapan kasar.

"Diam sudah," kata mantan suami korban seperti ditirukan olehnya. korban lantas menegur hingga terjadi cekcok yang berujung ia dipukul dan ditendang.

Akibat kepalanya dibenturkan ke dinding, korban sempat mengalami benjolan besar di kepala, leher membiru, dan tidak bisa menelan selama satu minggu, hingga ia menjalani visum.

Percobaan Bunuh Diri

Tekanan beruntun yang dialami korban semakin berat setelah mantan suaminya mengirimkan video dirinya tanpa busana kepada orang tuanya.

Pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat ke laut karena merasa tidak memiliki jalan keluar.

Dia mengaku sangat takut saat pertama kali mengunggah kasusnya ke media sosial.

"Badan saya menggigil, kedinginan, cemas, dan takut," ucapnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :