Tembus 362 ribu kasus sepanjang 2026, 61 persen penderita ISPA di Kaltim ternyata menumpuk di tiga wilayah ini.
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menaruh perhatian serius terhadap sebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hingga periode pemantauan pekan ke-43 tahun ini, sebanyak 61 persen dari total akumulasi 362.012 kasus ISPA ternyata terkonsentrasi di tiga wilayah utama, Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara.
Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengungkapkan bahwa akumulasi penderita ISPA di tiga daerah aglomerasi perkotaan tersebut telah menembus angka fantastis, yakni 222.319 jiwa dari total keseluruhan kasus di provinsi.
Berdasarkan data pemantauan hingga akhir Oktober 2026, Kota Balikpapan menduduki peringkat pertama tertinggi di tingkat provinsi dengan catatan akumulasi kasus mencapai 100.197 orang penderita.
Menyusul di posisi kedua, Kota Samarinda mencatatkan 73.809 kasus. Sementara untuk kategori wilayah kabupaten, Kutai Kartanegara menjadi penyumbang tertinggi se-Kaltim dengan angka 48.313 penderita.
"Tingginya akumulasi penderita ISPA terpusat di kawasan aglomerasi perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi," kata Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Selasa (3/11/2026).
Andi menjelaskan kepadatan jumlah penduduk serta tingginya mobilitas harian warga di kawasan perkotaan menjadi faktor pendorong utama masifnya sebaran penyakit infeksi saluran pernapasan tersebut.
Guna mencegah lonjakan yang lebih parah, Dinkes Kaltim mengoperasikan sistem pemantauan terintegrasi yang memantau titik api, kualitas udara, dan tren penyakit secara real-time. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk 188 puskesmas serta rumah sakit di daerah, disiagakan penuh 24 jam dengan jaminan ketersediaan obat-obatan yang memadai.
Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga mendistribusikan ratusan tabung oksigen, menyiapkan fasilitas Rumah Oksigen, membagikan masker secara gratis kepada warga, memberikan penanganan medis bagi relawan pemadam kebakaran, serta memacu edukasi pengurangan aktivitas luar ruangan.
"Kami mendorong seluruh fasilitas pelayanan kesehatan daerah, terutama 188 puskesmas untuk memperkuat kesiapsiagaan penanganan penderita ISPA, sekaligus mengimbau masyarakat senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat," tegas Andi. (ant)



