PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Data Karhutla Kaltim Terus Bergerak: Paser Paling Banyakan Kejadian, Kukar Terluas

Home Berita Data Karhutla Kaltim Teru ...

Hujan yang mulai turun di beberapa titik Kalimantan Timur ternyata belum aman dari ancaman karhutla.


Data Karhutla Kaltim Terus Bergerak: Paser Paling Banyakan Kejadian, Kukar Terluas
Petugas melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. BPBD Kaltim tetap menyiagakan personel di tengah hujan yang belum merata. Foto: BPBDKaltim

EKSPOSKALTIM.COM, Samarinda – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Timur belum menjadi alasan untuk mengendurkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Intensitas hujan yang masih ringan dan hanya terjadi di titik-titik tertentu membuat ancaman kebakaran belum sepenuhnya dapat dikesampingkan.

Terlebih, luas wilayah terdampak karhutla di Kaltim telah mencapai 10.734,41 hektare. Berdasarkan rekapitulasi kejadian di seluruh kabupaten/kota, tercatat 2.555 kejadian karhutla. Dari total luasan tersebut, area lahan menjadi yang paling banyak terdampak, yakni 8.438,19 hektare, sedangkan kawasan hutan mencapai 2.165,98 hektare.

Paser menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 667 kejadian dengan luas terdampak 1.929,81 hektare. Sementara dari sisi luasan, Kutai Kartanegara berada di posisi teratas dengan 3.120,16 hektare dari 474 kejadian. Berau mencatat 249 kejadian dengan luas 1.031,55 hektare, sedangkan Kutai Barat mengalami 227 kejadian dengan luasan mencapai 1.561,92 hektare.

Bahkan, pantauan titik panas (hotspot) pada 1 November 2026 masih menemukan 27 titik yang tersebar di Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Paser.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan hujan yang mulai turun belum merata.

Kondisi di lapangan masih menunjukkan hujan dengan intensitas ringan dan hanya terjadi di beberapa titik, bukan menyeluruh dalam satu wilayah.

“Dan itu tidak terjadi di satu kota, tapi di spot-spot,” ungkap Rahmat Senin (2/11).

Karena itu, BPBD Kaltim masih mempertahankan pola kesiapsiagaan melalui posko penanganan karhutla di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Posko tersebut menjadi pusat pemantauan perkembangan kejadian sekaligus koordinasi apabila ada laporan kebakaran yang membutuhkan penanganan langsung.

Rahmat menjelaskan, laporan perkembangan kejadian dikumpulkan setiap hari melalui pengarahan pagi dan sore. Petugas memantau laporan kejadian selama 24 jam sebelumnya agar perkembangan situasi di daerah dapat segera diketahui.

Di posko BPBD provinsi, rata-rata terdapat sekitar 20 hingga 30 personel yang bertugas setiap hari. Namun, jumlah personel yang dikerahkan ke lapangan menyesuaikan kondisi dan luasan kebakaran di daerah yang membutuhkan bantuan.

“Kalau ada laporan ada kejadian, kita akan kumpul, mobil-mobilnya sudah siap. Nanti ke lapangan koordinasi dengan kabupaten/kota,” jelasnya.

Untuk kejadian dengan cakupan wilayah cukup luas, BPBD Kaltim dapat mengirimkan sekitar 10 hingga 20 personel.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan di lokasi serta koordinasi dengan BPBD setempat.

Rahmat juga memaparkan, berdasarkan data per 31 Oktober 2026, jumlah kejadian karhutla tercatat sekitar 2.540 kejadian. Paser menjadi daerah dengan frekuensi kejadian paling tinggi. Namun, jika dilihat dari luasan, Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan dampak kebakaran terbesar, sekitar 3.116 hektare.

“Paser ini yang cukup banyak kejadian. Tapi kalau dari segi luasan, paling banyak di Kutai Kartanegarasekitar 3.116 hektare,” ujarnya.

Ia menegaskan data kejadian karhutla tidak bersifat tetap karena terus diperbarui berdasarkan laporan dari masing-masing daerah. Dengan demikian, angka yang tercatat dapat berubah setiap hari mengikuti perkembangan di lapangan.

Di tengah penanganan yang masih berlangsung, BPBD Kaltim juga membuka dukungan bagi kabupaten/kota yang membutuhkan tambahan kebutuhan operasional. Daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dapat mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi, terutama untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), pompa pemadam, hingga dukungan bagi relawan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :