PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Air Sungai Kalimantan Disaring Berlapis, Samaqua Bidik Pasar di Luar Samarinda

Home Berita Air Sungai Kalimantan Dis ...

Di balik ambisi menjadikan Samaqua sebagai sumber pendapatan baru daerah, Perumdam Tirta Kencana Samarinda menyiapkan fondasi industri yang tak sederhan


Air Sungai Kalimantan Disaring Berlapis, Samaqua Bidik Pasar di Luar Samarinda
Suasana pabrik Samaqua di Samarinda. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Langkah Pemkot Samarinda menjadikan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Samaqua sebagai instrumen kemandirian ekonomi daerah rupanya ditopang oleh kesiapan industri yang matang. Di balik ambisi besar tersebut, Perumdam Tirta Kencana menyiapkan sejumlah strategi.

Mereka telah membentengi unit bisnis barunya ini dengan skema efisiensi biaya, modernisasi mesin, teknologi penyaringan bertingkat tinggi, hingga legalitas pasar yang utuh.

Secara kelembagaan dan legalitas, Samaqua diposisikan berbeda dari unit pelayanan air bersih konvensional. Direktur Pelayanan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Widyastuti Supartinah, menegaskan bahwa lini usaha ini murni beroperasi sebagai entitas bisnis komersial.

"Kalau PDAM domainnya air bersih, sekarang air minum itu punya Nomor Induk Berusaha (NIB) sendiri. Semua dokumen perizinan sudah terpenuhi, mulai dari NIB, uji laboratorium SNI, sertifikasi Halal, hingga izin edar resmi dari BPOM," ujar Widyastuti, Rabu (5/8).

Saat ini, Samaqua hadir dalam tiga varian ukuran, yakni 220 ml (Rp26.000/dus isi 24 botol), 330 ml (Rp37.500/dus isi 24 botol), serta kemasan galon. Seluruh kemasan botol diproduksi langsung di area pabrik yang terintegrasi dengan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kahol di Kelurahan Simpang Pasir Palaran.

Ke depan, atas arahan Wali Kota Samarinda, unit ini juga bersiap meluncurkan kemasan 600 ml. Untuk mempercepat penetrasi pasar, sistem pemesanan telah terintegrasi secara digital via kanal WhatsApp serta pembayaran non-tunai berbasis QRIS dan transfer.

"Kami berharap ke depannya Samaqua bukan cuma di Samarinda, tapi juga bisa merambah ke daerah-daerah sekitarnya," harap Widyastuti.

Dari sisi teknis operasional, Kepala Pabrik Samaqua, Amien Ma'ruf, mengungkapkan bahwa efisiensi biaya menjadi strategi utama dalam memenangi persaingan industri. Salah satu terobosan utamanya adalah investasi pada mesin pencetak botol sendiri berbasis impor dari Cina, ketimbang membeli botol siap pakai. Amien menyebut, membeli botol siap pakai dinilai tidak efisien dalam pengiriman. Satu kontainer hanya muat 60 ribu botol jadi.

“Kalau kita beli bakal calon botol (preform), satu kontainer bisa muat sampai 600 ribu biji. Meski investasi awal di mesin lebih besar, kapasitas pencetakannya mencapai 2.000 botol per jam dan cetakannya fleksibel bisa diubah bentuk maupun volumenya," beber Amien.

Tak hanya efisiensi kemasan, ketahanan mutu air baku menjadi keunggulan teknis Samaqua. Menghadapi karakteristik air sungai Kalimantan yang kaya akan kandungan mineral tambang seperti mangan dan besi, pabrik ini menerapkan sistem filtrasi berlapis yang ketat.

Air baku yang bersumber dari olahan IPA Kahol diproses ulang melalui green sand (pasir hijau impor dari Amerika) untuk mengikat kandungan bahan tambang, diikuti media karbon aktif nabati dari arang balok kelapa guna mengeliminasi bau serta menghadirkan rasa murni yang segar. Setelah itu, air melewati filtrasi mikron bertingkat (10, 5, hingga 1 mikron) dan masuk ke tahap ultrafiltration dengan membran mikro sebesar 0,001 mikron.

"Dengan green sand, bahan tambang tersaring murni. Karbonnya kami pilih yang nabati agar kehalalannya terjamin. Di tahap akhir, kami gunakan ultraviolet, desinfektan, dan oxygen generator untuk melarutkan oksigen," jelas Amien.

Seluruh proses pembilasan, pengisian (filling berkapasitas 3.000 botol per jam), hingga penutupan botol dilakukan secara otomatis oleh mesin tanpa tersentuh tangan manusia. Untuk kemasan galon, pabrik di Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran ini didukung mesin berkapasitas 120 galon per jam. Sebelum dilepas ke pasar melalui layanan antar maupun rantai agen, seluruh produk akhir wajib menjalani prosedur penjaminan mutu yang ketat.

"Setelah keluar dari mesin filling dan dikemas, harus di karantina dulu selama 1x24 jam. Jika terbukti aman dari bakteri, maka selamanya aman karena oksigen tadi terus menjaga. Kalau ada indikasi bakteri, kita tahan. Tapi sejauh ini alhamdulillah lancar karena sterilisasi mesin sangat kami jaga," tegas Amien.

Saat ini, operasional pabrik didukung oleh 12 tenaga kerja yang mengurusi bagian produksi, pengemasan, gudang, hingga pemasaran. Seiring meningkatnya pemesanan dan perluasan jangkauan pasar, pihak manajemen berencana menambah jumlah tenaga kerja serta menguatkan kapasitas SDM pendukung guna mengimbangi skala produksi yang terus membesar.

Berdasarkan pengalaman pewarta EksposKaltim saat mencicipi produk, Samaqua memiliki cita rasa yang ringan seperti air mineral pada umumnya. Bedanya, air ini tidak meninggalkan aftertaste di lidah sehingga memberikan kesan lebih bersih dan segar setelah diminum.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :