PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Genjot Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Siapkan 6 Sektor Penggerak Utama Ekonomi

Home Berita Genjot Pertumbuhan 6 Pers ...

Genjot Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Siapkan 6 Sektor Penggerak Utama Ekonomi
Sejumlah teknisi tengah melakukan perakitan komponen mesin di salah satu pabrik manufaktur di Indonesia. (foto: InfoPublik)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemerintah mematangkan langkah-langkah strategi mengakselerasi roda perekonomian nasional di tengah dinamika perekonomian global yang masih membayangi.

Dalam upaya menembus target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, pemerintah secara resmi menyiapkan 6 sektor penggerak utama (sumber pertumbuhan). Keenam sektor ini sebagai motor pembangunan dan penciptaan lapangan kerja baru.

Langkah ini dirancang secara integratif untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional sekaligus mengoptimalkan potensi domestik secara mandiri.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kisaran 6 persen sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing industri global kita. Pengalaman dari negara-negara maju seperti Korea Selatan membuktikan bahwa pencapaian PDB dicapai dengan fokus yang konsisten pada produktivitas sektor manufaktur utama,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

Berdasarkan strategi percepatan ekonomi makro nasional, berikut adalah enam sektor industri dan jasa yang diandalkan menjadi penopang utama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia:

Sektor Manufaktur (Hilirisasi dan Industrialisasi):

Fokus utama diarahkan pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam (SDA) melalui proyek hilirisasi.

Komoditas pertambangan, perkebunan, dan kehutanan bertransformasi menuju industri canggih seperti ekosistem kendaraan listrik (EV), panel surya, dan semikonduktor.

Sektor Pertanian, Peternakan, dan Kelautan (Kedaulatan Pangan):

Pengembangan diarahkan pada kawasan pangan terpadu (food estate), swasembada komoditas pokok, serta penguatan sektor kelautan melalui program Ekonomi Biru dan proyek Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkokoh rantai pasok domestik.

Sektor Jasa Modern dan Pariwisata:

Revitalisasi industri pariwisata yang didukung insentif fiskal khusus (seperti PPh 21 yang ditanggung pemerintah untuk padat karya) dilakukan demi mendongkrak devisa negara dan konsumsi rumah tangga.

Sektor Ekonomi Digital dan Inovasi:

Penguatan basis teknologi digital, layanan keuangan modern, dan gig economy yang berbasis inovasi riset guna menciptakan ekosistem bisnis baru yang lebih inklusif dan efisien.

Sektor Infrastruktur dan Konstruksi:

Pemerintah mempercepat pembangunan konektivitas dan penyediaan perumahan melalui Program 3 Juta Rumah, serta penguatan strategi infrastruktur jangka panjang seperti proyek penahanan abrasi Giant Sea Wall di pesisir Utara Jawa.

Sektor Kemandirian Energi dan Udara:

Menggenjot investasi pada transisi energi baru terbarukan (EBT)—termasuk target pembangkit listrik tenaga surya—dan optimalisasi bioetanol guna menekan ketergantungan impor BBM dunia.

Penguatan Regulasi dan Pondasi Makro

Pemerintah menegaskan bahwa percepatan pada sektor keenam ini tidak akan berjalan tanpa adanya faktor pendukung (enabler) yang kuat.

Oleh karena itu, reformasi terus digulirkan melalui penguatan infrastruktur dasar, efektivitas birokrasi, serta kepastian regulasi bagi para pelaku usaha domestik dan global.

Di samping itu, stabilitas makroekonomi yang tangguh, akses perbankan yang kompetitif, serta iklim politik-keamanan yang kondusif dijamin tetap menjadi prioritas utama demi terjaminnya aliran investasi.

Pengalaman sejarah negara maju seperti Korea Selatan membuktikan bahwa lompatan PDB yang tinggi dicapai melalui investasi masif pada produktivitas sumber daya manusia dan manufaktur unggul yang tumbuh di atas 10 persen.

Pondasi inilah yang saat ini tengah diduplikasi Indonesia demi meningkatkan daya saing global secara berkelanjutan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :