Informasi mengenai 25 merek beras fortifikasi yang masuk daftar bermasalah membuat Pemkot Bontang bergerak.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kota Bontang akan melakukan pengecekan terkait peredaran beras fortifikasi yang masuk dalam daftar 25 merek yang ditemukan bermasalah.
Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita, mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk memastikan apakah produk-produk tersebut beredar di Kota Bontang.
“Terkait informasi 25 merek beras fortifikasi tersebut, kami akan berkoordinasi dulu dengan teman-teman Satgas Pangan, untuk melakukan pengecekan dan monitoring di lapangan, khususnya terhadap peredaran beras di Kota Bontang,” ujarnya, Minggu (20/9).
Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, distributor biasanya mengambil langkah untuk menghentikan sementara peredaran produk, apabila terdapat persoalan terhadap produk yang mereka distribusikan.
“Biasanya distributor langsung sudah menyetop peredaran sendiri kalau ada kasus seperti begini,” katanya.
Meski demikian, DKUMPP Bontang tetap akan melakukan pengawasan di lapangan.
Jika ditemukan adanya beras yang masuk dalam daftar tersebut, pihaknya akan mengimbau agar produk tersebut tidak diperjualbelikan terlebih dahulu.
“Nanti kalau saat kami lakukan pengawasan dan ditemukan jenis fortifikasi, kami imbau agar tidak dijual dulu,” pungkasnya.


.jpg)