Tak hanya bayi, angka kematian ibu juga masih memprihatinkan.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membunyikan alarm keras soal kualitas sumber daya manusia Indonesia. Setiap tahun, sekitar 33 ribu bayi meninggal dunia, angka yang dinilainya bukan sekadar statistik kesehatan, melainkan ancaman langsung bagi cita-cita Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.
“Kalau dibagi 365 hari dan 24 jam, itu berarti 3,7 bayi meninggal setiap jam. Jadi selama satu jam acara seperti ini berlangsung, tiga bayi meninggal di Indonesia,” ujar Budi dalam sebuah acara di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026), dikutip dari Detik.
Bagi Menkes, persoalan ini tidak bisa dilihat semata sebagai isu medis. Ia menautkannya langsung dengan agenda besar pembangunan ekonomi. Menurutnya, untuk menjadi negara berpendapatan tinggi, pendapatan rata-rata warga Indonesia harus mencapai sekitar 14 ribu dolar AS per kapita. Target itu mustahil dicapai jika kematian bayi dan ibu masih tinggi.
Tak hanya bayi, angka kematian ibu juga masih memprihatinkan, mencapai sekitar 4.100 kasus per tahun. Artinya, rata-rata satu ibu meninggal setiap dua jam akibat komplikasi kehamilan atau persalinan.
“Karena itu saya fokus menurunkan angka kematian ibu dan anak. Ini fondasi paling dasar,” tegasnya.
Masalah lain yang tak kalah krusial adalah stunting. Budi mengakui, Indonesia mencatat sejarah baru dengan turunnya angka stunting nasional ke 19 persen, pertama kalinya di bawah 20 persen. Namun, ia menilai capaian itu belum cukup untuk merasa aman.
Dengan angka kelahiran yang masih tinggi, sekitar 4,8 juta bayi per tahun, persentase stunting tersebut berarti hampir 960 ribu anak lahir setiap tahun dengan risiko kemampuan intelektual di bawah rata-rata.
“Secara teori, jumlah penduduk produktif kita memberi peluang besar menjadi negara berpendapatan tinggi. Tapi kalau hampir satu juta anak per tahun mengalami stunting, selama 20 tahun ke depan kita menumpuk masalah besar pada kualitas SDM,” katanya.
Menurut Menkes, dampaknya bersifat jangka panjang dan struktural. Anak-anak yang tumbuh dengan stunting berisiko memiliki produktivitas rendah saat dewasa, sehingga target pendapatan 14 ribu dolar per kapita akan semakin sulit dicapai.


