google-site-verification: google21951ce8c6799507.html
PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Investasi Kaltim Tembus Peringkat 6 Nasional

Home Berita Investasi Kaltim Tembus P ...

Investasi Kaltim Tembus Peringkat 6 Nasional
ILUSTRASI tongkang batu bara. Foto: Bloomberg

EKSPOSKALTIM, Samarinda — Realisasi investasi yang masuk ke Provinsi Kalimantan Timur hingga triwulan III 2025 mencapai Rp70,43 triliun dan menempatkan daerah ini di peringkat keenam nasional. Capaian tersebut berada di bawah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Jawa Barat masih memimpin dengan nilai investasi Rp218,17 triliun, disusul DKI Jakarta Rp204,15 triliun, Jawa Timur Rp105,09 triliun, Sulawesi Tengah Rp97,6 triliun, dan Banten Rp91,58 triliun.

Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana mengatakan dari total investasi Rp70,43 triliun tersebut, kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp55,9 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp14,53 triliun.

“Target investasi Kaltim tahun 2025 sebesar Rp76,02 triliun optimistis tercapai, bahkan berpeluang melampaui target. Namun nilai final triwulan IV masih dalam proses penghitungan,” ujar Fahmi di Samarinda, Sabtu (10/1), dikutip antara.

Ia menegaskan masuknya investasi memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi lokal seiring hadirnya proyek dan usaha baru.

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kaltim juga disebut menjadi faktor pengungkit investasi, baik melalui proyek pembangunan di kawasan IKN maupun proyek strategis nasional yang berfungsi sebagai penyangga. Dari sisi sektor usaha PMDN, investasi terbesar berasal dari pertambangan senilai Rp21,25 triliun, diikuti industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi Rp8,57 triliun, serta sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp7,21 triliun.
 
 
Sektor lain meliputi jasa lainnya Rp4,58 triliun, transportasi dan pergudangan Rp3,55 triliun, industri makanan Rp3,1 triliun, perdagangan dan reparasi Rp2,42 triliun, hingga perumahan dan kawasan industri Rp1,31 triliun. Sementara dari PMA, investasi juga didominasi sektor pertambangan sebesar Rp3,63 triliun, disusul industri kertas dan percetakan Rp2,51 triliun, industri makanan Rp2,19 triliun, serta sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp1,76 triliun. 
 
Menurut Fahmi, komposisi tersebut menunjukkan bahwa struktur investasi Kaltim masih kuat di sektor berbasis sumber daya alam, namun mulai bergerak ke arah hilirisasi dan industri pengolahan.

Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :

Komentar Facebook

komentar