PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Loket Sabu di Samarinda Digerebek, Nyaris 100 Orang Diamankan

Home Berita Loket Sabu Di Samarinda D ...

Loket Sabu di Samarinda Digerebek, Nyaris 100 Orang Diamankan
Petugas mengawasi sejumlah pengguna yang tertangkap dalam razia narkoba jenis sabu-sabu di kantor BNNP Kalimantan Timur di Samarinda, Jumat (1/8). Foto: Antara

Samarinda, EKSPOSKALTIM – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek dua gang yang diduga jadi loket transaksi sabu di Jalan AM Sangaji, Samarinda. Operasi digelar Kamis (31/7) malam dan berhasil mengamankan 94 orang, termasuk 7 perempuan.

"Kami menerima banyak laporan dari warga, tokoh agama, hingga tokoh adat. Mereka bilang, transaksi narkoba di Gang 1 dan Gang 3 berlangsung hampir 24 jam," kata Kepala Seksi Intelijen BNNP Kaltim, AKP Dwi Wibowo Laksono, kepada wartawan, Jumat (1/8/2025).

Saat petugas datang, para pengedar langsung melarikan diri dengan meloncat ke sungai. Namun para pembeli yang tak mengetahui penggerebekan tetap berdatangan ke lokasi.

"Penjualnya sudah kabur duluan ke sungai. Tapi pembelinya masih datang, karena tidak tahu situasi," ujarnya.

Seluruh orang yang berada di lokasi langsung diamankan untuk menjalani tes urine. Hasilnya, semuanya dinyatakan positif menggunakan narkoba.

"Sebagian besar adalah pengguna. Sesuai arahan Kepala BNN RI, pengguna dianggap sebagai korban. Fokus kami adalah menangkap pengedarnya," tegas Dwi.

Para pengguna selanjutnya dibawa ke fasilitas rehabilitasi BNN di Tanah Merah untuk menjalani asesmen medis. Pemeriksaan ini akan menentukan apakah mereka butuh perawatan inap atau cukup rawat jalan, tergantung tingkat ketergantungan.

"Kami ingin memutus mata rantai pasarnya. Kalau tak ada pembeli, penjual juga akan berhenti," tambahnya, dikutip dari Detik.

Meski berhasil menjaring banyak pengguna, petugas belum menemukan barang bukti narkoba. Pasalnya, para pelaku utama sudah kabur lebih dulu, ditambah sistem penjagaan di lokasi yang cukup ketat.

"Di sana ada pos pantau dan ‘sniper’. Dari kami muncul di pinggir jalan saja, mereka langsung tahu dan lari," ungkap Dwi.

Menurut warga, aktivitas jual beli sabu di gang tersebut baru berjalan sekitar sebulan terakhir. Namun dampaknya sudah terasa meresahkan.

"Ini pemain baru. Bukan warga sekitar. Diduga mereka pindahan dari daerah lain," tutupnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :