Bontang, EKSPOSKALTIM – Kabar dua warga Samarinda terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) memicu kekhawatiran akan kembalinya wabah ini, termasuk di Kota Bontang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Bahtiar Mabe, memastikan hingga saat ini belum ada kasus Covid-19 di Bontang. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan.
“Saat ini belum ada kasus Covid-19 di Bontang. Tapi apapun bentuknya yang bisa menimbulkan bencana wabah harus diantisipasi. Bukan hanya Covid-19, penyakit seperti TB dan DBD juga harus diwaspadai,” ujarnya kepada EKSPOSKALTIM, Senin (10/6).
Ia menyebut meski virus Covid-19 yang muncul saat ini dikabarkan tidak seganas tahun 2019, kewaspadaan tetap diperlukan karena dampaknya bisa meluas, termasuk ke sektor ekonomi.
“Katanya Covid-19 kali ini tidak seganas dulu, tapi tetap harus diantisipasi karena bisa mengganggu perekonomian,” imbuhnya.
Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, mendorong keterlibatan RT dalam menyosialisasikan pola hidup sehat kepada warga.
“RT perlu dilibatkan. Masyarakat harus hidup sehat, kalau antibodi kuat maka tubuh siap menghadapi serangan virus. Tapi semua pihak tetap harus waspada dan bersiap. Rumah sakit dan Dinkes perlu memberi penekanan,” jelas Ubayya.
Bahtiar juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Saya imbau tetap jaga kesehatan dan pola hidup baik. Laksanakan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Kalau bepergian, pakai masker, dan jaga kebersihan rumah serta diri sendiri,” pesannya.
Ia berharap masyarakat bisa memahami pentingnya pola hidup sehat demi mencegah penyebaran penyakit menular.

