EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Pelaksanaaan vaksinasi terus digencarkan pemerintah. Tak ayal, berbagai upaya terus digalakkan dalam menuntaskan peningkatan imun bagi masyarakat agar terhindar dari Covid-19.
Terbaru, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Timur menyalurkan 700 dosis vaksin bagi kelompok anak usia 6-11 tahun, pada Rabu (5/1/2022). Kali ini, diperuntukkan untuk sekolah SD Muhammadiyah Bontang dan SD Galilea.
Baca juga : Honorer Pemkot Bontang Wajib Bebas Narkotika, Biaya Tes Urine Masuk ke Kas Negara
Kepala BIN Daerah Kalimantan Timur (Kaltim), Brigjen TNI Danni Koswara melalui koordinator BIN wilayah Bontang, Nikolaus menuturkan, pemberian vaksinasi terus digencarkan pihaknya dengan bekerjasama Dinas Kesehatan. Menyiapkan 700 dosis untuk dua sekolah tersebut.
Niko (sapaan akrabnya) menyebut, dengan pemberian vaksin ini, Bontang diharapkan dapat segera menerapkan pembelajaran tatap muka secara menyeluruh.
“Mudahan semua berjalan lancar. Dengan begitu target PTM (Pembelajaran Tatap Muka)100 persen segera terwujud di Bontang ,” terangya kepada media ini.
Meski sudah divaksin, Nikolaus mengingatkan kepada orang tua siswa untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Dengan menerapkan rajin cuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan.
“Tetap jaga kebersihan, dan selalu ikutin prokes yang ada,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Wahyudi Untoro mengapresiasi gelaran vaksin yang dilakukan BIN. Menurutnya, pemberian vaksin sebagai bentuk peningkatan imun untuk menghindari virus Covid-19.
Dirinya pun optimis, setelah mendapatkan vaksin ini, pembelajaran tatap muka akan terlaksana 100 persen.
Baca juga : Curi Motor, Warga Marangkayu Rayakan Tahun Baru di Balik Jeruji Besi
“Disini jumlah siswa 332. Dari kelas 1-6. Nah, total yang divaksin itu 329.Tiganya sudah mengikuti vaksin sebelumnya. Harapanya para murid imunnya terjaga dan terhindar dari virus,” harapnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data Promkes Bontang per 31 Desember 2021. Cakupan vaksinasi anak dengan kelompok usia 6-11 tahun mencapai 9.123 dosis pertama atau 50,4 persen.

