Pasien kanker di Kalimantan Timur kini memiliki akses terhadap layanan kedokteran nuklir tanpa harus dirujuk ke Pulau Jawa. Fasilitas yang beroperasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda itu mendapat perhatian khusus dari Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meninjau fasilitas kedokteran nuklir di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, Jumat (27/6/2026). Ia menyebut layanan kesehatan berbasis teknologi nuklir tersebut sebagai fasilitas strategis yang mampu memperkuat penanganan berbagai penyakit, terutama kanker.
Menurut Rudy, keberadaan fasilitas tersebut menjadi capaian penting bagi sektor kesehatan Kaltim karena instalasi kedokteran nuklir yang beroperasi di AWS merupakan satu-satunya yang tersedia di luar Pulau Jawa.
"Fasilitas medis canggih ini sangat luar biasa dalam upaya menangani berbagai penyakit menantang di masyarakat terutama kanker," ujarnya.
Ia menjelaskan teknologi kedokteran nuklir memiliki tingkat akurasi yang tinggi sehingga dapat mendukung proses diagnosis maupun terapi secara lebih optimal.
"Pengobatan modern ini memiliki tingkat akurasi tinggi serta tingkat penyembuhan yang jauh lebih baik berkat dukungan teknologi nuklir tersebut," katanya.
Selain meninjau fasilitas kedokteran nuklir, Rudy juga melihat langsung sejumlah layanan utama rumah sakit, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), Stroke Center hingga fasilitas hemodialisis atau cuci darah.
Dalam kesempatan itu, ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya memperkuat layanan kesehatan rujukan melalui pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit.
Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah pengoperasian penuh Gedung Pandurata di kompleks RSUD AWS.
"Maka Gedung Pandurata di kompleks RSUD AWS segera kita operasikan secara penuh agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan maksimal," tegasnya.
Menurut Rudy, peningkatan kapasitas layanan rumah sakit diperlukan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit rujukan milik pemerintah provinsi tersebut.
Ia juga menyebut sejumlah bangunan lama di lingkungan rumah sakit akan direvitalisasi secara bertahap guna meningkatkan kenyamanan pasien dan kualitas pelayanan.
Rudy memastikan kondisi keuangan daerah saat ini tetap mendukung pengembangan layanan dasar, termasuk sektor kesehatan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi.
"Situasi keuangan daerah yang sehat saat ini pada dasarnya akan selalu mendukung dan tidak pernah mengganggu kelancaran operasional pelayanan dasar masyarakat," ujarnya.
Pemprov Kaltim, lanjut Rudy, berkomitmen terus memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat melalui penguatan fasilitas, tenaga kesehatan, dan infrastruktur pendukung lainnya.
"Doakan saja yang terbaik agar fasilitas Gedung Pandurata yang megah ini bisa secepatnya melayani warga kita tercinta," pungkasnya. (ant)



