Sebaiknya daging ditempatkan di wadah yang bersih atau digantung agar darah menetes sempurna sebelum dipotong dan dibagikan.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Di tengah kesibukan Iduladha, ada satu hal yang kerap luput saat pembagian daging kurban: daging dan jeroan ditangani di tempat yang sama. Padahal, kebiasaan sederhana itu bisa memengaruhi kebersihan dan kualitas daging sebelum sampai ke rumah warga.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur mengingatkan penanganan daging kurban perlu diperhatikan sejak sebelum penyembelihan hingga proses distribusi agar tetap aman, sehat, utuh dan halal.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Dyah Anggraini, mengatakan salah satu hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan selama proses pemotongan dan memastikan daging tidak tercampur dengan jeroan.
“Untuk mendapatkan daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal, kebersihan mulai dari proses sebelum penyembelihan hingga distribusi harus sangat diperhatikan,” ujarnya, ditulis Selasa (26/5).
Sebelum disembelih, sapi juga dianjurkan diistirahatkan sekitar 12 jam tanpa pakan dan hanya diberi air minum. Langkah ini dilakukan untuk membantu menekan tingkat stres pada hewan sekaligus mengurangi risiko kontaminasi saat proses pemotongan berlangsung.
Saat penyembelihan, petugas juga diminta memastikan bagian saluran pencernaan diikat rapat, terutama di bagian atas dan dekat anus, untuk mencegah kotoran mencemari daging.
Selain itu, petugas penanganan daging diimbau menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan, memakai sarung tangan, masker dan celemek selama proses berlangsung.
Daging segar juga tidak dianjurkan diletakkan langsung di lantai. Sebaiknya daging ditempatkan di wadah yang bersih atau digantung agar darah menetes sempurna sebelum dipotong dan dibagikan.
Dyah menegaskan penanganan daging dan jeroan idealnya benar-benar dipisah, mulai dari petugas, alat pemotong hingga lokasi pengerjaannya. Langkah itu penting untuk mencegah kontaminasi bakteri seperti E. coli maupun Salmonella.
Setelah proses pemotongan dan penimbangan selesai, daging disarankan langsung dikemas terpisah dari jeroan menggunakan plastik transparan atau kemasan berbahan food grade.
Panitia kurban maupun warga juga diminta tidak membiarkan daging terlalu lama berada di suhu ruang terbuka agar kualitasnya tetap terjaga saat sampai ke penerima.
Di sisi lain, Pemprov Kaltim memastikan vaksinasi massal Penyakit Mulut dan Kuku sudah dirampungkan sejak Maret 2026. Pemeriksaan kesehatan ternak juga terus dilakukan di lapangan untuk memastikan hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat.
Selain itu, pemerintah memastikan hingga kini belum ditemukan kasus antraks di Kalimantan Timur. Pemeriksaan fisik oleh petugas kesehatan hewan juga terus digencarkan menjelang Iduladha di sejumlah kabupaten dan kota. (ant)



