PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Payudara Bengkak Bukan Berarti Harus Lebih Sering Memompa ASI

Home Berita Payudara Bengkak Bukan Be ...

Payudara Bengkak Bukan Berarti Harus Lebih Sering Memompa ASI
Ilustrasi ibu sedang menyusui bayi. (Pexels-Helena Lopes)

EKSPOSKALTIM – Payudara bengkak sering membuat ibu menyusui khawatir produksi ASI terganggu. Namun, dokter konselor laktasi mengingatkan bahwa kondisi tersebut bukan berarti ibu harus lebih sering memompa ASI.

Dokter konselor laktasi dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC, mengatakan salah satu kesalahan yang kerap dilakukan ibu menyusui saat payudara bengkak adalah memaksa ASI keluar melalui pijatan keras atau meningkatkan frekuensi memompa.

"Jangan dipaksa keluar ya, justru pijatan yang terlalu keras saat memompa ASI akan merusak jaringan dalam payudara. Malah makin menambah kerusakan," kata Anastasia dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah itu, penanganan yang lebih tepat saat payudara bengkak adalah melakukan pijatan secara lembut dan menggunakan kompres dingin. Kompres dapat dilakukan dengan air dingin atau memanfaatkan lembaran daun kol yang telah didinginkan.

Ia menjelaskan memompa ASI lebih sering saat payudara sedang mengalami peradangan justru dapat memperburuk kondisi.

"Ibu akan mencoba menaikkan suplai, padahal sedang radang. Ini malah semakin gampang untuk terkena mastitis," ujarnya.

Anastasia juga menyoroti kecenderungan sebagian ibu yang mencoba menangani mastitis secara mandiri dalam waktu lama tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Padahal, kondisi tersebut dapat membutuhkan penanganan medis, termasuk pemberian antibiotik apabila peradangan disebabkan infeksi.

Menurut dia, penundaan penanganan profesional berisiko membuat proses penyembuhan berlangsung lebih lama.

"Jangan berusaha semuanya sendirian, sehingga menumpuk dan menjadi stres atau kelelahan. Segera cari bantuan dan dukungan emosional dari orang sekitar ya," katanya.

Lebih lanjut, Anastasia menjelaskan mastitis dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya posisi pelekatan saat menyusui yang kurang tepat dan jadwal memompa ASI yang tidak teratur.

Sebagai langkah pencegahan, ia menganjurkan ibu menyusui menggunakan kompres hangat ketika payudara tidak dalam kondisi nyeri atau bengkak. Kompres hangat dapat membantu melebarkan saluran ASI dan mempermudah proses menyusui maupun memompa.

"Jadi kuncinya, hangat itu pada saat tidak ada nyeri, bengkak, penuh, boleh. Selama tidak ada nyeri, boleh kompres hangat sebelum menyusui atau sebelum pompa, termasuk mandi air hangat," ujarnya.

Sebaliknya, ketika payudara sudah terasa nyeri atau bengkak, Anastasia menyarankan penggunaan kompres dingin setelah menyusui atau memompa.

"Tapi yang kompres dingin, justru setelahnya atau kalau sudah ada nyeri, pakai kompres dingin," katanya. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :