EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemerintah Kota Bontang masih menanti penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat, termasuk dana bagi hasil (DBH) yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berharap dana yang menjadi hak daerah tersebut segera disalurkan pemerintah pusat sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjalankan program pembangunan yang telah direncanakan.
Permintaan itu kembali disampaikan Neni usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bontang, Senin (17/8), di Stadion Bessai Berinta.
"Tentu selama ini kami bermohon berulang-ulang, kami minta untuk dana transfer, dana kurang salur itu disalurkan ke APBD Kota Bontang sebesar Rp 427,9 Miliar,” ujarnya.
Menurutnya, Bontang merupakan salah satu daerah yang memberikan kontribusi kepada pemerintah pusat melalui sektor yang menjadi sumber DBH.
Karena itu, ia berharap penyaluran kembali dana tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Dana transfer tersebut dinilainya penting, untuk menjaga keberlanjutan program pemerintah daerah yang telah disusun berdasarkan visi dan misi kepala daerah serta tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Selain menunggu DBH, kata dia, Pemkot Bontang juga terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembangunan.
Sejumlah program di daerah disebut telah memperoleh dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Neni juga menyambut baik arahan pemerintah pusat terkait penguatan pembangunan fasilitas pelayanan dasar, seperti puskesmas, rumah sakit, dan sekolah.
“Kami berharap dana transfer dan dana kurang salur itu bisa disalurkan, sehingga kami bisa melanjutkan program-program visi misi yang sudah tertuang di dalam RPJMD Kota Bontang,” katanya.



