Setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Yogyakarta ke Kalimantan Timur, gajah Deo dan Sinta akhirnya tiba di Tabang Zoo, Kutai Kartanegara.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Gajah Deo dan Sinta yang ditranslokasi dari Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, ke Tabang Zoo, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dipastikan dalam kondisi sehat setelah menempuh perjalanan panjang menuju tempat barunya.
Kepala BKSDA Kaltim M. Ari Wibawanto mengatakan kedua gajah tiba dengan selamat di Lembaga Konservasi PT SGBL atau Tabang Zoo pada Selasa tadi malam (19/8).
Setibanya di lokasi, Deo dan Sinta langsung dipindahkan ke fasilitas khusus untuk menjalani pemeriksaan dan masa adaptasi awal.
“Keduanya langsung dipindahkan ke fasilitas khusus dan hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan bahwa satwa tersebut sangat sehat,” ujar Ari di Samarinda, Rabu sore (19/8).
Tempati Paddock 1,1 Hektare
Deo yang berusia 30 tahun dan Sinta yang berumur 40 tahun kini menempati paddock baru dengan luas sekitar 1,1 hektare.
Menurut Ari, fasilitas tersebut telah dirancang untuk menunjang kebutuhan dan kesejahteraan kedua gajah, termasuk berdasarkan rekomendasi para ahli gajah.
“Fasilitas pelestarian ini telah mendapatkan rekomendasi langsung dari para ahli gajah agar sesuai dengan standar kesejahteraan hidup mereka,” katanya, dikutip dari antara.
Area tersebut, sambungnya, dilengkapi kandang utama, areal umbaran, kandang jepit, serta gudang penyimpanan pakan bernutrisi.
BKSDA juga memastikan pengawasan kesehatan dilakukan secara intensif selama masa karantina dan adaptasi untuk mengantisipasi stres akibat perjalanan panjang serta perubahan lingkungan.
“Kami senantiasa menyiagakan tiga dokter hewan dan belasan perawat khusus untuk memantau proses adaptasi lingkungan mereka setiap hari tanpa henti,” jelas Ari.
Tim perawat tersebut merupakan gabungan tenaga dari Gembira Loka Zoo dan Tabang Zoo.
BKSDA Ungkap Alasan Pemindahan
Ari menjelaskan Deo dan Sinta sebelumnya dititipkan di Gembira Loka Zoo untuk menjalani perawatan sekaligus pendalaman karakter dan perilaku alaminya.
Pemindahan dilakukan setelah kapasitas fasilitas sebelumnya dinilai telah berlebih sehingga berpotensi menghambat upaya perkembangbiakan satwa.
“Pemindahan ini terpaksa dilakukan karena kapasitas fasilitas sebelumnya sudah berlebih sehingga dapat menghambat proses perkembangbiakan satwa secara maksimal,” tegasnya.
Menurut Ari, proses pemindahan juga telah melalui asesmen kelayakan sebelum kedua satwa ditempatkan di Tabang Zoo.
Pengelola Tabang Zoo selanjutnya diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan kesehatan Deo dan Sinta kepada otoritas terkait secara berkala.
“Negara akan terus memantau dan siap mengambil tindakan cepat apabila terjadi potensi penurunan kondisi kesehatan pada satwa dilindungi tersebut,” tutur Ari.



